![]() |
| Istimewa |
MEDIAWARTA.NET,TANAH BUMBU — Kepolisian Resor Tanah Bumbu mengumpulkan sekitar 600 orang dari berbagai unsur untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana alam di Kabupaten Tanah Bumbu, Kamis, 30 Juli 2026. Mereka mengikuti pelatihan di Pendopo Gajah Mada Polres Tanah Bumbu dengan melibatkan pemerintah desa, komunitas masyarakat, relawan, BNPB RI, hingga anggota Komisi VIII DPR RI.
Bencana tidak mengenal batas wilayah maupun institusi. Karena itu, Polres Tanah Bumbu mendorong keterlibatan lintas sektor agar penanganan keadaan darurat tidak berjalan sendiri-sendiri.
Kapolres Tanah Bumbu AKBP Novy Adi Wibowo mengatakan komunikasi dan koordinasi harus diperkuat sebelum bencana terjadi. Menurut dia, kesiapan setiap unsur menjadi modal penting untuk mempercepat respons ketika situasi darurat terjadi.
“Penting untuk terus memperkuat komunikasi, koordinasi, dan sinergi antara Polri, pemerintah desa, organisasi kemasyarakatan, serta para relawan sebagai mitra strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar Novy dalam sambutannya.
Pelatihan tersebut tidak berhenti pada penyampaian materi. Peserta mendapat pembekalan mengenai mitigasi bencana, pola koordinasi dalam situasi darurat, serta simulasi penanganan terpadu di lapangan.
Kegiatan ini juga menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam rantai penanganan bencana. Warga dan relawan diharapkan memiliki kemampuan melakukan tindakan tanggap darurat awal sebelum bantuan dari pemerintah maupun aparat tiba.
Selain unsur organisasi kepala desa dan komunitas masyarakat, kegiatan itu melibatkan perwakilan BNPB RI serta anggota Komisi VIII DPR RI H. Sudian Noor, S.Ap., M.A.P.
Bagi Polres Tanah Bumbu, kesiapsiagaan bukan sekadar kemampuan bergerak ketika bencana sudah terjadi. Koordinasi harus dibangun sejak dini agar setiap unsur memahami peran dan jalur komunikasi ketika keadaan darurat datang.
Sinergi tersebut diharapkan memperkuat ketangguhan masyarakat sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban di Tanah Bumbu. Tujuannya jelas: ketika bencana datang, respons tidak terlambat dan masyarakat tidak bergerak tanpa arah.
Editor Cor


