-->

Tambang Emas Bajuin Kembali Makan Korban, Warga: Pagi Ini Dimakamkan

Redaksi
, Agustus 30, 2026 WIB Last Updated 2026-08-30T05:20:45Z
---

 

Ilustrasi 


MEDIAWARTA.NET,TANAH LAUT — Seorang penambang emas di Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, meninggal dunia dalam aktivitas pertambangan. Korban yang disebut merupakan warga setempat itu dimakamkan pada Minggu pagi, 30 Agustus 2026.


Kabar duka tersebut disampaikan seorang warga sekitar yang meminta namanya tidak disebut. Ia membenarkan bahwa korban merupakan warga di wilayah Bajuin.


“Benar, itu warga saya. Pagi ini dikuburkan,” kata warga tersebut.


Menurut dia, pihak kepolisian juga telah memberikan santunan kepada keluarga korban sebagai bentuk kepedulian setelah musibah tersebut.


“Dari pihak kepolisian sudah memberikan santunan,” ujarnya.


Namun, di tengah duka keluarga korban, aktivitas pertambangan emas di kawasan tersebut disebut masih berlangsung. Warga tersebut mengatakan kegiatan tambang masih beraktivitas hingga saat ini.


“Tambangnya masih beraktivitas,” katanya.


Keterangan itu menambah sorotan terhadap aktivitas pertambangan emas di Bajuin, terutama setelah seorang pekerja dilaporkan meninggal dunia. Persoalan tersebut tidak hanya menyentuh aspek keselamatan, tetapi juga berkelindan dengan kebutuhan ekonomi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas pertambangan.


Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban.


“Kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban yang meninggal dunia di Bajuin,” ujar AKBP Ricky Boy Siallagan.


Ricky mengatakan terdapat dua hal yang perlu menjadi perhatian. Pertama, memastikan pemenuhan hak-hak keluarga korban. Kedua, melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.


“Kami memahami ini adalah masalah ekonomi dan mata pencaharian. Karena itu kami mengajak seluruh pihak duduk bersama mencari solusi: membuka akses pekerjaan alternatif yang layak, sambil tetap menegakkan hukum agar keselamatan warga menjadi prioritas utama,” katanya.


Pernyataan tersebut menegaskan bahwa persoalan pertambangan di Bajuin tidak sederhana. Di satu sisi, aktivitas tersebut menjadi sumber penghidupan warga. Di sisi lain, keselamatan pekerja menjadi taruhan ketika kegiatan pertambangan berlangsung dalam kondisi yang berisiko.


Informasi warga mengenai aktivitas tambang yang masih berjalan setelah adanya korban meninggal dunia juga perlu menjadi perhatian serius. Pemerintah dan aparat terkait perlu memastikan kondisi lapangan, status legalitas kegiatan, serta standar keselamatan benar-benar dipenuhi.


Kematian seorang penambang menjadi alarm keras. Penegakan hukum penting, tetapi tidak cukup jika masyarakat tetap tidak memiliki pilihan pekerjaan yang aman dan layak.


Sebab, mencari nafkah seharusnya tidak berarti mempertaruhkan nyawa.


Editor Cor 

Komentar

Tampilkan

Terkini