-->

Diplomasi Bela Palestina, Prabowo Gaungkan “Keluarga Manusia” di PBB

Redaksi
, September 24, 2025 WIB Last Updated 2025-09-24T14:46:38Z
---


 

MEDIAWARTA.NET, New York,  – Presiden RI Prabowo Subianto tampil tegas dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-80 dengan pidato yang menempatkan Indonesia sebagai aktor penting perdamaian dunia. Dari podium PBB, Prabowo menyuarakan dukungan penuh bagi kemerdekaan Palestina sekaligus menawarkan langkah konkret yang jarang dilakukan negara berkembang: mengirim hingga 20.000 pasukan penjaga perdamaian dan bantuan pangan berupa ekspor beras.


Prabowo menegaskan hanya solusi dua negara—Palestina merdeka berdampingan dengan Israel—yang dapat menghadirkan perdamaian sejati. “Kita harus memiliki Palestina yang merdeka, namun kita juga harus mengakui, menghormati, dan menjamin keselamatan serta keamanan Israel. Hanya dengan itu, kita bisa memiliki perdamaian sejati—perdamaian yang bebas dari kebencian dan kecurigaan,” tegasnya.


Presiden menekankan pentingnya persaudaraan kemanusiaan lintas agama dan bangsa. “We differ in race, religion, and nationality, yet we gather together today as one human family,” ujarnya. Ia menolak logika kekuasaan semata seperti dikatakan sejarawan Yunani kuno Thucydides: “the strong do what they can, the weak suffer what they must.”


Prabowo mengingatkan dunia bahwa di balik kebisingan kebencian dan kekerasan, setiap manusia mendambakan rasa aman, dihormati, dan dicintai. 


“Anak-anak kita sedang menyaksikan. Mereka belajar kepemimpinan bukan dari buku teks, melainkan dari pilihan kita,” tuturnya.



Prabowo menyoroti kehancuran di Gaza yang ia sebut sebagai “catastrophic situation”. “Saat ini juga, orang-orang tak berdosa menangis minta tolong. Siapa yang akan menyelamatkan mereka? Jutaan jiwa menghadapi trauma, kerusakan tubuh yang tak bisa dipulihkan, kelaparan, bahkan kematian. Dapatkah kita tetap diam?” ucapnya.


Pidato itu disampaikan di tengah serangan Israel yang, menurut laporan Al Jazeera (23/9), menewaskan sedikitnya 36 warga Palestina dan menutup Jembatan Raja Hussein—satu-satunya jalur penghubung Tepi Barat–Yordania—serta mengancam Gaza Sumud Flotilla.


Rencana pengiriman 20.000 pasukan perdamaian membutuhkan persetujuan Dewan Keamanan PBB, kesiapan logistik, dan dukungan pendanaan besar. Ekspor beras pun bergantung pada stabilitas dalam negeri dan akses distribusi yang kerap diblokade Israel.


Namun, di balik tantangan tersebut, Prabowo menegaskan Indonesia akan tetap berkomitmen mendukung Palestina tanpa menafikan hak Israel untuk hidup aman. Selama Israel masih menjajah Palestina, Indonesia tidak akan membuka hubungan diplomatik dengan Israel.


Prabowo menyerukan kebangkitan pemimpin dunia dari berbagai peradaban—Barat, Timur, Utara, Selatan—untuk menunjukkan kenegarawanan, kebijaksanaan, dan mengikis kecurigaan. Ia menutup pidato dengan seruan:


“Two descendants of Abraham must live in reconciliation, peace and harmony… Indonesia is committed to being part of making this vision a reality. Is this a dream? Maybe, but this is the beautiful dream that we must work together towards.”



Pidato di PBB ini menandai kembalinya Indonesia ke forum tersebut setelah absen 10 tahun. Dengan diplomasi tegas dan pesan kemanusiaan universal, Indonesia di bawah Prabowo menegaskan diri sebagai penggerak perdamaian dunia—mewujudkan cita-cita rahmatan lil ‘alamin, rahmat bagi seluruh alam.(red)

Komentar

Tampilkan

Terkini