MEDIAWARTA.NET,BALANGAN — Polres Balangan memilih bersiap, bukan bereaksi. Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), simulasi Sistem Pengamanan Markas Komando (Sispam Mako) digelar di Mapolres Balangan, dipimpin langsung Kapolres AKBP Dr. Yulianor Abdi.
Latihan ini bukan sekadar formalitas. Polisi memetakan potensi gangguan sejak dini—dari unjuk rasa hingga skenario kontinjensi yang bisa meningkat sewaktu-waktu. Fokusnya jelas: markas tetap aman, situasi tetap terkendali.
Simulasi berjalan dengan skenario berlapis. Mulai dari deteksi dini ancaman, penguatan penjagaan pintu masuk, pemeriksaan orang dan kendaraan, hingga langkah taktis saat kondisi darurat. Semua dirancang mengikuti standar operasional prosedur (SOP) Polri, tanpa improvisasi yang berisiko.
Pejabat Utama Polres Balangan turut mengawasi jalannya latihan. Mereka tidak hanya hadir sebagai simbol, tetapi mengendalikan dan mengevaluasi setiap tahapan. Ini menjadi uji langsung terhadap kesiapan personel di lapangan.
Hasilnya terlihat: personel bergerak cepat, peran dijalankan tanpa tumpang tindih. Dari petugas penjagaan hingga tim respons cepat, seluruhnya menunjukkan kesiapan operasional. Polres Balangan ingin memastikan tidak ada celah dalam pengamanan.
Kapolres menegaskan, simulasi ini adalah langkah preventif.
“Simulasi ini kita laksanakan untuk memastikan setiap personel memahami tugas pokok dan fungsinya masing-masing sesuai dengan rencana pengamanan yang telah disusun. Kita tidak ingin ada kelalaian sedikit pun dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat Balangan saat pelaksanaan aksi May Day nanti,” ujarnya.
May Day kerap menjadi momentum penyampaian aspirasi. Di titik ini, kesiapan aparat menjadi krusial. Polres Balangan menempatkan diri sebagai pengendali situasi, bukan sekadar pengawas.
Melalui latihan ini, kepolisian menguji sekaligus memperbaiki prosedur. Disiplin, kewaspadaan, dan kecepatan respons menjadi indikator utama. Evaluasi dilakukan untuk memastikan sistem bekerja efektif saat benar-benar dibutuhkan.
Polres Balangan menegaskan komitmennya menjaga stabilitas keamanan. Targetnya sederhana namun krusial: peringatan May Day 2026 berlangsung aman, tertib, dan tanpa eskalasi.
Di tengah dinamika masyarakat, kepolisian ingin tetap menjadi garis depan—menjaga ruang publik tetap kondusif.
Editor Cor

