MEDIAWARTA.NET TABALONG – Kasus pencakaran terhadap seorang anak di Desa Talan, Kecamatan Banua Lawas, Kabupaten Tabalong, berakhir damai setelah difasilitasi mediasi oleh Polsek Banua Lawas bersama perangkat desa.
Mediasi yang dipimpin Kapolsek Banua Lawas IPDA Gigih Sutanto itu digelar di Kantor Desa Talan, Rabu (3/6/2026), menyusul insiden yang bermula dari pertengkaran dua anak berusia 12 tahun dan 6 tahun saat bermain di sekitar rumah pelaku pada Minggu (31/5/2026).
Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo J., S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla melalui Kasi Humas IPTU Heri Siswoyo, S.H., M.H., menjelaskan, perselisihan anak-anak tersebut memicu tindakan spontan dari ML (40), ibu dari anak berusia 6 tahun. Saat melihat anaknya terlibat pertengkaran, ML diduga membela anaknya dengan mencakar wajah anak berusia 12 tahun.
Menindaklanjuti laporan dan untuk mencegah konflik berkepanjangan antarwarga, Polsek Banua Lawas mempertemukan kedua pihak dalam forum musyawarah yang berlangsung kondusif.
Dalam mediasi tersebut, ibu korban berinisial AI (36) dan ML sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. ML mengakui perbuatannya dan menyampaikan permintaan maaf kepada korban beserta keluarganya. Permohonan maaf itu diterima oleh AI sehingga kedua pihak memilih menutup persoalan tanpa melanjutkan ke proses hukum.
Selain saling memaafkan, ML juga menyatakan kesediaannya membantu biaya pengobatan korban dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya di kemudian hari. Kesepakatan damai tersebut dituangkan dalam surat pernyataan bersama yang ditandatangani kedua belah pihak sebagai bentuk komitmen menjaga hubungan baik bertetangga.
Kasi Humas Polres Tabalong menegaskan, penyelesaian melalui pendekatan musyawarah dan restorative justice menjadi salah satu langkah Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Dengan mengedepankan musyawarah dan pendekatan humanis, setiap persoalan di lingkungan masyarakat diharapkan dapat diselesaikan secara baik tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan, sehingga kerukunan dan keharmonisan antarwarga tetap terjaga,” ujarnya.
Editor Cor

