-->

Polres Banjarbaru Resmikan Jembatan Merah Putih Presisi, Warga Guntung Manggis Nikmati Akses Lebih Aman

Redaksi
, Juni 06, 2026 WIB Last Updated 2026-06-06T08:08:31Z
---

 

Istimewa 

BANJARBARU,MEDIAWARTA.NET-Kepolisian Resor Banjarbaru Polda Kalimantan Selatan meresmikan dua unit Jembatan Merah Putih Presisi di Kelurahan Guntung Manggis, Jumat. Infrastruktur tersebut dibangun untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan akses yang aman dan layak.


Peresmian dilakukan langsung oleh Kapolres Banjarbaru, AKBP Pius X Febry Aceng Loda. Dua jembatan permanen itu merupakan bagian dari program Jembatan Merah Putih Presisi untuk Negeri yang digagas sebagai bentuk pengabdian Polri kepada masyarakat.


Alumnus Akpol 2005 tersebut menjelaskan, jembatan dibangun di Jalan Al Junaid Ujung dan Jalan Pesantren Nurul Fikri yang menghubungkan Kelurahan Guntung Manggis dengan kawasan Guntung Paring.


Menurut AKBP Pius, pembangunan dilakukan setelah pihaknya menerima laporan warga mengenai kondisi jembatan lama yang sudah rusak dan membahayakan pengguna. Hasil pengecekan di lapangan oleh personel Polsek bersama Bhabinkamtibmas menunjukkan fasilitas penyeberangan tersebut tidak lagi memenuhi standar keamanan.


“Berdasarkan hasil survei, kondisi jembatan sebelumnya sangat memprihatinkan dan tidak aman untuk dilintasi. Bahkan pernah terjadi kecelakaan yang dialami warga saat melintas,” ujarnya (05/06/2026).


Atas dasar itu, Polres Banjarbaru bersama masyarakat bergotong royong membangun jembatan baru berbahan beton dengan panjang delapan meter dan lebar 2,4 meter. Pengerjaan berlangsung selama kurang lebih dua bulan dan rampung menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80.


AKBP Pius menegaskan, pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi merupakan wujud kepedulian Polri terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya penyediaan sarana infrastruktur yang mendukung aktivitas sehari-hari warga.


“Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya terkait sarana infrastruktur penunjang aktivitas sehari-hari bagi warga,” ungkapnya.


Sementara itu, Ketua RW 03 Kelurahan Guntung Manggis, M. Jarni Anshari, mengaku kondisi jembatan sebelumnya sangat memprihatinkan. Akses penyeberangan saat itu hanya berupa susunan beberapa batang beton yang digunakan warga untuk melintas.


Menurut Jarni, kondisi tersebut kerap menimbulkan risiko bagi masyarakat. Bahkan, pernah terjadi insiden warga terjatuh ke sungai ketika mengantar anak ke sekolah maupun saat menuju lahan pertanian.


“Pernah ada warga yang tercebur ke dalam sungai saat mengantar anak ke sekolah maupun saat menuju kebun. Sekarang sudah dibangunkan jembatan baru sehingga kami sangat mengapresiasinya,” katanya.


Ia menambahkan, keberadaan jembatan memiliki arti penting bagi masyarakat setempat. Sekitar 75 persen warga di wilayah tersebut menggantungkan hidup dari sektor pertanian sayur dan tanaman palawija sehingga membutuhkan akses transportasi yang aman untuk menunjang kegiatan ekonomi.


Dengan hadirnya jembatan permanen yang lebih kokoh dan representatif, mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah, termasuk dalam proses pengangkutan hasil panen menuju pasar maupun pusat distribusi.


“Kehadiran jembatan yang sangat representatif ini membantu aktivitas sehari-hari masyarakat maupun pengangkutan panen sehingga distribusi hasil pertanian diharapkan menjadi lebih lancar,” ujar Jarni.


Keberadaan dua jembatan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan keselamatan warga, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui akses yang lebih baik dan efisien.


Editor Cor 

Komentar

Tampilkan

Terkini