-->

Api Karhutla Menyambar Perbatasan Tanah Laut-Banjarbaru, Pemukiman Pengayuan Terancam

Redaksi
, Agustus 07, 2026 WIB Last Updated 2026-08-07T01:58:10Z
---

 

Istimewa 


MEDIAWARTA.NET,BANJARBARU — Kebakaran hutan dan lahan melanda kawasan perbatasan Kabupaten Tanah Laut dan Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Rabu, 5 Agustus 2026, hingga malam hari. Api yang diduga bermula dari Desa Pandahan, Kecamatan Bati-Bati, merambat ke kawasan Pengayuan, Kecamatan Liang Anggang, setelah diterpa angin kencang dan nyaris menyentuh permukiman warga.


Kobaran api mula-mula terlihat di wilayah Desa Pandahan. Angin yang bertiup dari arah Tanah Laut membuat api cepat menjalar menuju wilayah Landasan Ulin Selatan, Banjarbaru. Bara kemudian mendekati kawasan RT 01 Pengayuan pada malam hari.


Situasi berubah genting ketika kobaran api merayap ke lahan yang berdekatan dengan rumah warga. Petugas dan relawan berjibaku menahan laju api agar tidak menjalar ke permukiman.


Serma Nanang, anggota Babinsa Pengayuan yang berada di lokasi, mengatakan koordinasi dilakukan antara BPBD Kota Banjarbaru dan BPBD Provinsi Kalimantan Selatan. Tim gabungan disiagakan untuk mengantisipasi api melompat ke kawasan permukiman.


«“Titik awal api memang dari arah Pandahan, lalu terbawa angin hingga masuk ke wilayah Pengayuan. Kami bersiaga bersama tim gabungan untuk memastikan api tidak melompat ke pemukiman,” ujar Nanang.»


Pemadaman melibatkan BPBD, TNI, Masyarakat Peduli Bencana (MPB), serta puluhan relawan pemadam kebakaran swasta Kota Banjarbaru. Mereka bekerja sejak sore hingga malam untuk mengepung titik-titik api.


Rudi, relawan Barres Posko 1, mengatakan timnya mulai bergerak sejak sore. Kobaran api semakin membesar menjelang malam dan membuat jaraknya dengan rumah warga kian mengkhawatirkan.


«“Api mulai terlihat membesar sejak pukul 16.00 WITA. Sekitar pukul 21.00 WITA kondisinya semakin mengkhawatirkan karena api sudah sangat dekat dengan rumah warga,” kata Rudi.»


Sebanyak sekitar 18 personel dari Barres Posko 1 diterjunkan. Mereka juga mendapat bantuan relawan dari kawasan Gambut.


Namun, pemadaman bukan perkara mudah. Relawan berhadapan dengan medan lahan terbakar yang sulit dijangkau, minimnya sumber air, serta keterbatasan panjang selang. Api yang berada jauh dari akses air membuat upaya pembasahan lahan berjalan tersendat.


Ancaman bukan hanya datang dari api. Asap tebal menyelimuti ruas jalan utama di kawasan perbatasan Tanah Laut-Banjarbaru. Kabut asap bahkan terlihat di sekitar gerbang selamat datang Kabupaten Tanah Laut.


Jarak pandang pengendara menurun akibat asap pekat yang menutup sebagian ruas jalan. Kondisi tersebut menambah risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara yang melintas pada malam hari.


Di tengah musim kemarau dan angin yang mempercepat penjalaran api, kawasan perbatasan itu kembali menjadi titik rawan. Api yang awalnya berada di lahan terbuka kini berubah menjadi ancaman langsung bagi permukiman dan keselamatan pengguna jalan.


Editor Cor 

Komentar

Tampilkan

Terkini