![]() |
| Istimewa |
MEDIAWARTA.NET,BANJARMASIN — Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri menjadikan Mapolresta Banjarmasin sebagai lokasi penelitian untuk menghimpun data, fakta empiris, dan informasi kepolisian, Kamis, 6 Agustus 2026. Penelitian itu digelar di Aula Rupatama Polresta Banjarmasin dan melibatkan jajaran kepolisian serta sejumlah instansi terkait.
Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol. Riza Muttaqin, S.H., S.I.K., M.H. menyambut penelitian tersebut sebagai bentuk kepercayaan terhadap kinerja institusinya. Menurut dia, aktivitas kepolisian di lapangan tidak sekadar dijalankan, tetapi juga menjadi bahan kajian untuk memperbaiki wajah institusi Polri.
“Kami bangga Polresta Banjarmasin menjadi pusat penelitian STIK Lemdiklat Polri. Ini bukti bahwa kerja-kerja kami di lapangan menjadi perhatian dan bahan kajian untuk pengembangan institusi Polri ke depan,” ujar Riza.
Penelitian itu diikuti Tim Peneliti STIK Lemdiklat Polri. Hadir pula Pejabat Utama Polresta Banjarmasin, jajaran Polres Banjarbaru dan Polres Barito Kuala, perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Banjarmasin, perwakilan Bulog Kota Banjarmasin, serta para perwira dan bintara Polresta Banjarmasin.
Riza berharap penelitian tersebut tidak berhenti sebagai tumpukan data dan laporan akademik. Ia meminta hasil kajian dapat memberi kontribusi nyata bagi pembenahan institusi Polri, terutama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Di hadapan tim peneliti, Riza juga memperkenalkan arah kerja Polresta Banjarmasin. Selain menjalankan Asta Cita Presiden serta arahan Kapolri dan Kapolda Kalimantan Selatan, Polresta Banjarmasin mengusung semangat “Kayuh Baimbai Jaga Banua Bersama Kita Wujudkan.”
“Semangat ini menjadi bagian dari langkah kami dalam menjaga keamanan, meningkatkan pelayanan, dan membangun kepercayaan masyarakat,” katanya
Penelitian STIK Lemdiklat Polri tersebut diarahkan untuk mengumpulkan data, informasi, dan fakta empiris sebagai bahan kajian ilmiah. Hasilnya diharapkan menjadi pijakan dalam menyusun rekomendasi kebijakan, meningkatkan profesionalisme anggota, memperkuat efektivitas pelayanan, mengoptimalkan penegakan hukum, serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Bagi Polresta Banjarmasin, penelitian itu sekaligus menjadi ruang untuk menguji kerja kepolisian di lapangan melalui perspektif akademik—sebuah proses yang menempatkan kinerja, pelayanan, dan profesionalisme di bawah sorotan ilmiah.
Editor Cor


