-->

DVI Kalsel Identifikasi Lima Jenazah Korban KM Virgo Transport 8

Redaksi
, September 26, 2026 WIB Last Updated 2026-09-26T01:43:55Z
---

 

Istimewa 

MEDIAWARTA.NET,BANJARMASIN — Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan mengidentifikasi lima jenazah korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 pada Jumat, 25 September 2026. Identifikasi dilakukan melalui pencocokan data ante mortem dan post mortem, sementara pencarian korban lain masih berlangsung.


Hasil tersebut disampaikan dalam konferensi pers ketujuh di Aula Rumkit Bhayangkara Banjarmasin. Ketua Tim DVI, Karodokpol Pusdokkes Polri Brigjen Pol. Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti, Sp.F., DFM., mengatakan hingga Jumat sebanyak 45 jenazah telah masuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin.


Sebanyak 20 jenazah sebelumnya telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga.


“Hari ini kami merilis lima jenazah yang baru berhasil teridentifikasi, sementara 20 jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi,” ujar Sumy.


Lima korban yang berhasil diidentifikasi ialah Mahmud Sahudi, 43 tahun, asal Jember; Taruno Hidayat, 47 tahun, asal Madiun; Ibnu Darmawan, 24 tahun, asal Kediri; Purkam, 64 tahun, asal Tulungagung; dan Dwi Priyambodo, 36 tahun, asal Kebumen.


Kelima jenazah teridentifikasi melalui pencocokan data ante mortem dan post mortem, meliputi pemeriksaan sidik jari, gigi, ciri medis, dan properti. Tim DVI masih melakukan identifikasi terhadap 20 jenazah lainnya.


DVI mengimbau keluarga korban yang belum ditemukan segera memberikan data ante mortem secara lengkap, termasuk ciri fisik khusus dan rekam medis gigi, untuk membantu proses pencocokan identitas.


Sementara itu, pencarian korban masih berlanjut. Basarnas mencatat jumlah penumpang berdasarkan manifes sebanyak 243 orang. Hingga Jumat, tim gabungan telah mengevakuasi 161 orang, terdiri atas 108 orang selamat dan 53 orang meninggal dunia. Sebanyak 82 orang masih dalam pencarian.


Polda Kalsel bersama instansi terkait juga mempertahankan kesiapsiagaan posko selama 24 jam untuk pengawalan jenazah, pendampingan keluarga, trauma healing, hingga pemulangan korban ke daerah asal.


Jasa Raharja melanjutkan proses pembayaran santunan bagi korban selamat maupun meninggal dunia. Penyelarasan data manifes dengan identitas korban juga masih dilakukan bersama perusahaan ekspedisi dan operator kapal.


Editor Ahm 

Komentar

Tampilkan

Terkini