![]() |
| Foto Chandra |
MEDIAWARTA.NET,BANJARMASIN — Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi se-Kalimantan Selatan bersama pengemudi ojek daring, sopir truk, dan masyarakat menggelar demonstrasi di depan Gedung DPRD Kalsel, Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Kamis (22/10/2026). Massa menuntut evaluasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Aksi sempat memanas ketika sejumlah demonstran mendorong pagar gedung dewan.
Aksi dikomandoi Muhammad Daffa Dzil Zidane Slucita A., koordinator lapangan (korlap) Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Massa menyuarakan enam tuntutan, meliputi penguatan pencegahan karhutla, transparansi penetapan status bencana, penegakan hukum terhadap korporasi, perlindungan kesehatan masyarakat, serta audit anggaran kedaruratan.
Sejumlah perwakilan DPRD Kalsel, termasuk GT Iskandar dan Supian HK, bersama unsur terkait menemui massa untuk mediasi. Pengamanan dipimpin Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan bersama Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Riza Muttaqin. Setelah mediasi, situasi kembali kondusif.
Mahasiswa menilai penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan api. Pemerintah juga didesak memperkuat pencegahan, membuka data kualitas udara, dan memastikan penegakan hukum berjalan transparan.
Dalam materi aksi, mahasiswa turut menyoroti data 138 tersangka perorangan dan 335 perusahaan yang disebut terindikasi memiliki titik api di wilayah konsesinya. Angka tersebut perlu dikonfirmasi kepada instansi berwenang. Indikasi titik api tidak otomatis membuktikan keterlibatan perusahaan dalam kebakaran.
Mahasiswa mendesak pemerintah menindaklanjuti persoalan karhutla secara terukur dan terbuka. Hingga berita ini disusun, tanggapan resmi mengenai tindak lanjut tuntutan tersebut belum diperoleh.
Writer Chan
Editor Willy


