-->

Tangani Karhutla, Polda Kalsel Andalkan Drone Thermal hingga Suntik Gambut

Redaksi
, Oktober 15, 2026 WIB Last Updated 2026-10-15T05:56:23Z
---

 


MEDIAWARTA.NET,BANJARMASIN — Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan memaparkan sejumlah inovasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi Komjen Pol. Roycke Harry Langie di Mapolda Kalsel, Rabu, 14 Oktober 2026. Strategi tersebut mencakup penggunaan drone thermal, cairan pemadam berbasis surfaktan, hingga pipa khusus untuk menjangkau api di dalam tanah gambut.


Dalam kunjungan kerja itu, Kapolda Kalsel menjelaskan pemanfaatan teknologi dan peralatan taktis untuk memperkuat upaya pemadaman di wilayah rawan karhutla. Paparan tersebut disampaikan kepada Astamaops Kapolri beserta rombongan yang meninjau kesiapan operasional Polda Kalsel.


Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid mengatakan, salah satu sarana yang dikembangkan adalah kolam bioflok berkapasitas 12.000 liter. Fasilitas ini difungsikan sebagai cadangan air sekaligus mendukung distribusi air secara estafet ke lokasi pemadaman.


Polda Kalsel juga menggunakan cairan surfaktan Sodium Lauryl Sulfate (SLS) bermerek Pyrox, yang disebut sebagai inovasi Bidang Laboratorium Forensik Polda Kalsel. Cairan tersebut digunakan untuk membantu mempercepat pemadaman api dan menekan suhu panas pada lahan gambut.


Untuk menjangkau titik api yang berada di bawah permukaan tanah, petugas mengoperasikan pipa suntik gambut khusus. Sementara itu, drone thermal digunakan untuk memantau dan memetakan titik panas (hotspot) serta titik api (firespot) dari udara.


Kendati demikian, efektivitas setiap inovasi tersebut dalam menekan luas kebakaran dan mempercepat pemadaman masih perlu diukur melalui data operasional di lapangan.


Setelah pemaparan, Kapolda Kalsel mendampingi Roycke dan rombongan meninjau gudang logistik di lingkungan Mapolda Kalsel. Lokasi itu menyimpan peralatan mixer dan persediaan cairan surfaktan yang digunakan dalam penanganan karhutla.


Rombongan kemudian melanjutkan agenda dengan meninjau fasilitas Safety Driving Center (SDC) Polda Kalsel di Kilometer 21. Setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan di Kalimantan Selatan, Astamaops Kapolri beserta tim melanjutkan kunjungan dinas ke Polda Kalimantan Tengah.


Kunjungan tersebut menjadi bagian dari peninjauan kesiapan operasional dan pemaparan strategi penanganan karhutla. Namun, keberhasilan inovasi yang diperkenalkan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan peralatan, melainkan juga kecepatan respons, ketersediaan logistik, serta hasil penanganan kebakaran di lapangan.


Editor Ahm 

Komentar

Tampilkan

Terkini