![]() |
Istimewa |
MEDIAWARTA.NET, Jakarta – Panggung politik Senayan makin panas! Setelah publik dikejutkan dengan penonaktifan Ahmad Sahroni dari NasDem, kini giliran Partai Amanat Nasional (PAN) menendang dua kader selebritinya, Eko Patrio dan Uya Kuya, dari kursi DPR RI.
Tak berhenti sampai di situ, nama Nafa Urbach juga ikut terseret dalam badai penertiban partai. Satu per satu figur publik yang sebelumnya jadi “pemanis Senayan” kini tumbang diterpa gelombang politik keras.
Keputusan nonaktif ini diumumkan langsung oleh Waketum PAN, Viva Yoga Mauladi, Minggu (31/8/2025), dan berlaku efektif per 1 September 2025. Publik kaget, kader internal pun terhenyak. Mengapa partai berani memangkas wajah populer mereka di tengah sorotan publik.
Dari Detik, CNN, Tempo, hingga Kumparan, narasinya seragam: tekanan publik, gelombang demo ricuh, hingga rumah para politisi yang digeruduk massa membuat partai mau tak mau “membersihkan meja makan” mereka sendiri.
Eko, Uya, Nafa—tiga nama yang dulunya dielu-elukan sebagai magnet suara, kini justru menjadi simbol “korban politik”. Sementara kasus Sahroni dari kubu NasDem seakan menjadi pemantik: DPR bukan lagi panggung hiburan, tapi arena keras penuh intrik dan darah dingin.
Editor redaksi