![]() |
| Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto (Doc istimewa) |
MEDIAWARTA.NET,BANJARBARU – Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto meresmikan Gudang Komoditas Pangan (GKP) milik Perum BULOG berkapasitas 3.500 ton di kawasan Pergudangan Landasan Ulin, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat, 3 Juli 2026.
Peresmian gudang tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas penyimpanan pangan nasional, khususnya di Kalimantan Selatan yang selama ini berperan sebagai salah satu daerah penyangga pangan. Tambahan kapasitas penyimpanan itu diharapkan mampu mendukung pengelolaan stok, menjaga kualitas hasil panen, serta memperlancar distribusi pangan guna menjaga stabilitas pasokan dan harga.
Direktur Utama BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan pembangunan gudang tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat kesiapan pangan nasional dari sisi infrastruktur.
“Langkah penguatan infrastruktur pangan ini akan terus kami lanjutkan sejalan dengan visi Presiden Republik Indonesia. Perum BULOG berkomitmen memastikan infrastruktur yang dibangun dapat memberikan manfaat nyata bagi pengelolaan stok, distribusi, dan ketahanan pangan nasional,” kata Ahmad Rizal.
Menurut dia, gudang di Landasan Ulin merupakan bagian dari program yang didanai melalui Penyertaan Modal Negara (PMN). Dari total PMN sebesar Rp2 triliun, BULOG mengawal 81 proyek penguatan infrastruktur pangan yang tersebar di berbagai daerah.
Ia menyebutkan realisasi fisik proyek tersebut telah mencapai 95,7 persen. Program itu mencakup pembangunan sentra penggilingan padi, sentra pengolahan beras, hingga sentra pengeringan jagung.
Dalam kesempatan yang sama, Titiek Soeharto menyatakan dukungannya terhadap berbagai program BULOG yang dinilai memberikan dampak langsung bagi petani dan penguatan sistem pangan nasional.
“Komisi IV tentu mendukung program-program Perum BULOG, sepanjang terus berpihak dan memberikan manfaat bagi petani. Kami juga mengapresiasi BULOG karena stok yang tersedia mencukupi dan kualitasnya baik,” ujar Titiek.
Ia juga mengapresiasi pengelolaan stok beras di Gudang Komoditas Pangan Banjarbaru. Menurutnya, perputaran stok di gudang tersebut berlangsung relatif cepat, dengan masa penyimpanan paling lama sekitar empat bulan sehingga hasil panen petani dapat segera diproses dan disalurkan kembali ke pasar.
“Mudah-mudahan dengan adanya perbaikan dan penguatan gudang ini, kapasitas penyimpanan beras dapat semakin meningkat, dengan kualitas yang juga semakin baik,” katanya.
Kunjungan Titiek ke Banjarbaru merupakan bagian dari agenda Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI bersama pimpinan dan anggota komisi untuk meninjau kesiapan infrastruktur pangan di daerah.
Peresmian gudang turut dirangkai dengan penyerahan bantuan sosial kepada masyarakat sekitar berupa mesin pemotong rumput untuk masjid, paket sembako, serta perlengkapan sekolah bagi 20 anak yatim.
Melalui pembangunan Gudang Komoditas Pangan Banjarbaru, BULOG memperkuat perannya sebagai instrumen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Fasilitas tersebut diharapkan mendukung penguatan rantai pasok pangan, mulai dari penyimpanan, pengolahan, hingga distribusi komoditas pangan di daerah.
Editor Cor


