-->

Kapolda Kalsel Turun ke Guntung Damar, Drone Thermal Bongkar Panas Karhutla 400 Derajat

Redaksi
, September 09, 2026 WIB Last Updated 2026-09-09T04:23:42Z
---

 

Istimewa 

MEDIAWARTA.NET,BANJARBARU — Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan memimpin langsung pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan Guntung Damar, Jalan Baru Landasan Ulin, dekat Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru, Selasa sore, 8 September 2026. Polisi bersama TNI, BPBD, relawan, PT Borneo Indobara, dan unsur terkait mengerahkan personel serta peralatan untuk menjinakkan titik api yang masih membara.


Pemadaman tak hanya mengandalkan air. Polda Kalsel menguji efektivitas cairan surfaktan untuk menekan titik panas yang sulit dijangkau. Dari pemantauan menggunakan drone thermal, suhu di sejumlah bagian lahan bahkan terdeteksi menembus lebih dari 400 derajat Celsius.


“Alhamdulillah ini cukup efektif pemadamannya. Memang karena di sini panasnya tadi kita lihat dari drone thermal sampai dengan 400 derajat lebih, sehingga memerlukan air yang cukup banyak,” kata Rosyanto saat meninjau lokasi.


Tingginya suhu membuat operasi pemadaman tidak bisa dilakukan secara serampangan. Petugas harus memastikan suplai air cukup agar bara yang berada di dalam lahan tidak kembali menyala.


Kondisi di lapangan mulai menunjukkan perubahan. Sejumlah titik panas berangsur turun setelah disemprot dan dibasahi. Namun, petugas masih memusatkan perhatian di sisi jalan raya yang berada dekat kawasan bandara.


Lokasi itu menjadi titik rawan karena kepulan asap berpotensi mengganggu jarak pandang pengguna jalan sekaligus mengancam aktivitas di sekitar kawasan vital tersebut.


Polda Kalsel selanjutnya akan memperkuat pemanfaatan drone thermal sebagai mata dari udara. Teknologi itu digunakan untuk memetakan titik panas secara lebih presisi, sehingga personel tidak membuang waktu dan air pada area yang sudah aman.


Strategi tersebut juga diarahkan untuk memangkas penggunaan air. Tim pemadam diharapkan dapat bergerak berdasarkan titik panas yang terdeteksi, bukan sekadar menyiram permukaan lahan.


Karhutla di Guntung Damar kembali menunjukkan bahwa api di lahan gambut dan semak tidak selalu terlihat dari permukaan. Bara bisa bertahan di bawah tanah dan kembali muncul ketika kondisi kering.


Karena itu, pemadaman tidak berhenti ketika api terlihat padam. Pemantauan titik panas menjadi bagian penting untuk memastikan bara benar-benar terkendali.


Editor Ahm 

Komentar

Tampilkan

Terkini