![]() |
| Istimewa |
MEDIAWARTA.NET,BANJARMASIN — Dewan Pimpinan Wilayah Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) Kalimantan Selatan mematangkan persiapan pelantikan kepengurusan melalui rapat koordinasi di Sekretariat ORI Kalsel, Jalan A. Yani, Kompleks Perumahan Citraland, Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Jumat, 11 September 2026. Rapat tersebut membahas teknis acara, kebutuhan anggaran, serta rencana pelibatan sejumlah unsur masyarakat dan pemangku kepentingan.
Sekitar 10 pengurus menghadiri rapat tersebut. Di antaranya Sekretaris ORI Kalsel Bujiono, H. Murjani, Husaini dari LSM Kaki Kalsel, serta H. Junaidi selaku pembina sekaligus bendahara ORI Kalsel.
Pelantikan kepengurusan ORI Kalsel direncanakan berlangsung pada 26 September 2026 di Hotel HBI Banjarmasin.
Persiapan tidak hanya berkutat pada seremoni. Pengurus membahas kebutuhan administrasi, anggaran, undangan, hingga teknis pelaksanaan. ORI Kalsel juga merancang keterlibatan berbagai unsur, mulai dari Forkopimda, instansi pemerintah, dunia pendidikan dan kebudayaan, organisasi kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat, unsur ketenagakerjaan, serikat pekerja, DPRD, pimpinan partai politik, kepolisian, TNI, hingga unsur intelijen sesuai ketentuan dan kebutuhan acara.
Pembina ORI Kalsel H. Junaidi mengatakan pelantikan harus menjadi pijakan awal untuk memperkuat organisasi, bukan berhenti sebagai agenda seremonial.
“Pelantikan jangan berhenti pada seremoni. Ini harus menjadi titik awal untuk membangun organisasi yang solid, terbuka, dan benar-benar mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Junaidi.
Menurut dia, ORI Kalsel perlu membangun komunikasi dengan pemerintah, dunia usaha, pekerja, organisasi masyarakat, akademisi, dan berbagai elemen lainnya.
“Kita ingin ORI hadir sebagai mitra yang kritis tetapi tetap konstruktif. Aspirasi masyarakat harus disampaikan dengan cara yang baik, berdasarkan data, dan mengedepankan kepentingan bersama,” katanya.
Junaidi juga menyebut kebutuhan dana untuk kegiatan deklarasi berasal dari urunan anggota dan pengurus sesuai tujuan organisasi.
Sementara itu, Sekretaris ORI Kalsel Bujiono mengatakan persiapan pelantikan dilakukan secara terencana agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai rencana.
“Kami ingin seluruh kebutuhan pelantikan dipersiapkan secara matang, mulai dari administrasi, anggaran, undangan, hingga teknis acara. Kekompakan pengurus menjadi kunci agar kegiatan dapat berjalan dengan baik,” tutur Bujiono.
Ia mengatakan keterlibatan berbagai elemen diharapkan memperluas ruang komunikasi ORI Kalsel dengan masyarakat.
“ORI Kalsel ingin membangun jejaring yang luas. Kami terbuka untuk berkolaborasi dengan siapa pun sepanjang tujuannya untuk kepentingan masyarakat dan kemajuan daerah,” ujarnya.
Husaini dari LSM Kaki Kalsel yang hadir dalam rapat menilai konsolidasi menjadi tahap penting sebelum organisasi menjalankan agenda di tengah masyarakat.
“Organisasi yang kuat bukan hanya dilihat dari struktur kepengurusannya, tetapi dari kemampuan menyerap aspirasi dan memperjuangkannya secara bertanggung jawab,” kata Husaini.
Ia berharap ORI Kalsel dapat menjadi ruang dialog bagi masyarakat, terutama pekerja, untuk menyampaikan aspirasi kepada pemangku kebijakan.
“Yang paling penting adalah bagaimana suara masyarakat tidak berhenti sebagai keluhan, tetapi dapat dikawal menjadi bahan masukan dan solusi bagi pemangku kebijakan,” ujarnya.
ORI Kalsel sebelumnya disebut tengah memperkuat eksistensinya sebagai organisasi masyarakat independen dengan perhatian terhadap aspirasi pekerja, kesejahteraan buruh, dan kepentingan masyarakat.
Organisasi tersebut juga telah menerima SK kepengurusan sebagai dasar menjalankan roda organisasi.
Rapat koordinasi pada 11 September 2026 menyepakati pengurus melanjutkan persiapan sekaligus komunikasi dengan pihak-pihak yang akan dilibatkan dalam agenda pelantikan.
Pelantikan pada 26 September mendatang diharapkan menjadi momentum konsolidasi sekaligus memperluas jejaring ORI Kalsel di Kalimantan Selatan.
Pesan yang mengemuka dalam rapat itu sederhana: organisasi tidak cukup hanya memiliki struktur. ORI Kalsel dituntut hadir untuk mendengar aspirasi, bergerak, dan menghasilkan kerja nyata bagi masyarakat.
Editor Ahm


