-->

Misi Pemadaman Karhutla Berujung Tragedi, Helikopter Jatuh di Sungai Barito, Satu Kru Tewas

Redaksi
, November 08, 2026 WIB Last Updated 2026-11-08T11:47:30Z
---

 

Istimewa 


MEDIAWARTA.NET,BARITO KUALA – Misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berakhir tragis setelah sebuah helikopter water bombing jatuh di perairan Sungai Barito, Desa Tabatan Murung, Kecamatan Jenamas, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, Minggu (8/11/2026) sekitar pukul 12.00 WITA. Insiden tersebut menewaskan satu dari tiga awak helikopter, sementara dua kru lainnya berhasil selamat.


Helikopter itu tengah mendukung operasi pemadaman karhutla di kawasan perkebunan kelapa sawit PT TBM, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. Pesawat jatuh di kawasan perairan yang berada di wilayah perbatasan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.


Mendapat informasi kecelakaan, personel Polres Barito Kuala bergerak bersama masyarakat menuju lokasi. Mereka membantu proses evakuasi menggunakan perahu klotok untuk membawa para korban dari titik jatuhnya helikopter menuju daratan.


Dua kru yang selamat adalah Hugh Pagu, warga negara Selandia Baru yang bertugas sebagai pilot, dan Mick Betteridge, warga negara Australia yang bertugas sebagai kopilot sekaligus teknisi. Keduanya dilaporkan mengalami luka ringan dan syok.


Adapun korban meninggal dunia bernama Yayan Supyansuri, warga negara Indonesia yang bertugas sebagai navigator. Korban ditemukan di dalam kabin helikopter. Jenazah kemudian dievakuasi menuju Desa Jenamas, Kabupaten Barito Selatan.


Helikopter yang mengalami kecelakaan merupakan jenis Eurocopter EC225LP Super Puma II+ atau Airbus Helicopters H225 dengan nomor seri MSN 2878. Benturan keras menyebabkan pesawat mengalami kerusakan berat. Sebagian badan helikopter dilaporkan tenggelam di Sungai Barito.


Sejumlah warga Desa Tabatan Murung dan Tabatan Baru yang menyaksikan kejadian tersebut turut memberikan informasi mengenai peristiwa nahas itu.


Diduga Terkendala Saat Mengambil Air


Informasi awal menyebutkan kecelakaan diduga terjadi ketika helikopter melakukan manuver setelah mengambil air menggunakan perangkat water bombing untuk memadamkan kebakaran. Namun, penyebab pasti insiden tersebut belum dapat dipastikan dan masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.


Kecelakaan ini menjadi pukulan bagi operasi penanggulangan karhutla di Kalimantan Selatan. Helikopter water bombing merupakan salah satu armada penting untuk menjangkau titik api yang sulit diakses melalui jalur darat.


Polres Barito Kuala menyatakan terus memantau perkembangan penanganan kecelakaan dan berkoordinasi dengan instansi terkait. Fokus penanganan diarahkan pada evakuasi, keselamatan korban selamat, serta proses lanjutan terhadap korban meninggal dunia.


Keterlibatan polisi dan warga dalam evakuasi menunjukkan pentingnya kerja sama ketika bencana terjadi. Di tengah situasi darurat, keselamatan manusia menjadi prioritas utama.


Editor Ahm 

Komentar

Tampilkan

Terkini