![]() |
| Istimewa |
MEDIAWARTA.NET, Banjarmasin – Menjelang rencana aksi unjuk rasa yang diprediksi memanas, Komandan Korem (Danrem) 101/Antasari, Brigjen TNI Ilham Yunus, S.Sos., M.Si, mengingatkan tegas seluruh masyarakat Kalimantan Selatan agar tidak terjebak dalam arus provokasi yang bisa menyeret pada tindakan anarkis.
Brigjen Ilham menekankan, suara rakyat memang bagian dari demokrasi, tapi bila berubah menjadi bara kericuhan, maka yang terbakar adalah persatuan bangsa sendiri.
“Mari bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Utamakan keamanan dan ketertiban masyarakat, serta hindari tindakan yang dapat menimbulkan kericuhan,” tegasnya.
Ia menyoroti maraknya isu liar yang berseliweran tanpa kepastian fakta. Menurutnya, masyarakat harus cerdas memilah informasi agar tidak menjadi korban adu domba yang bisa merusak harmoni sosial.
“Jangan mudah terprovokasi isu yang tidak jelas. Jangan sampai tindakan anarkis mencederai semangat kebersamaan kita,” ujarnya dengan nada mengingatkan.
Lebih jauh, Danrem menegaskan bahwa stabilitas Banua hanya bisa terjaga jika masyarakat dan aparat berjalan beriringan, bukan berhadap-hadapan. Sinergi adalah kunci, karena keamanan bukan tanggung jawab aparat semata, melainkan kewajiban kolektif seluruh warga.
“Dengan kebersamaan kita wujudkan Kalimantan Selatan yang aman, tertib, dan damai,” tutup Brigjen Ilham.
Imbauan ini bukan sekadar seruan normatif, melainkan peringatan keras agar aksi demokrasi tidak ditunggangi pihak-pihak yang ingin memecah belah. Banua damai ada di tangan rakyatnya sendiri – apakah memilih menjaga persatuan, atau membiarkan provokasi menyalakan api kericuhan.
Editor redaksi

