;head> https://schema.org Aspal Proyek Rp700 Juta di Tabalong Rusak dalam Dua Bulan

test

Aspal Proyek Rp700 Juta di Tabalong Rusak dalam Dua Bulan

Redaksi
Selasa, 13 Januari 2026


Doc istimewa 




MEDIAWARTA.NET,Tabalong — Jalan hasil pengaspalan yang dikerjakan pada November 2025 di Kabupaten Tabalong kini sudah mengalami kerusakan. Aspal terlihat pecah, mengelupas, dan tidak lagi merekat di sejumlah titik.



Kerusakan ditemukan di kawasan Muka Kandang, depan RS Maburai, hingga Komplek Puri Kencana.



Seorang warga Muka Kandang mengatakan kondisi tersebut terjadi hanya dalam waktu sekitar dua bulan setelah pengaspalan.


“Dua bulan sudah pacahan. Ulun 20 tahun tinggal di sini, baru kali ini melihat aspal seperti ini,” ujarnya.


Warga lain menyebut, sejak awal 2026 permukaan jalan mulai rusak dan kerusakan terus meluas.


Di sepanjang lokasi pekerjaan, tidak ditemukan papan proyek sejak awal pengerjaan. Informasi mengenai nilai kontrak, pelaksana pekerjaan, dan masa pekerjaan tidak tersedia di lapangan.



Padahal, berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek pengaspalan tersebut memiliki nilai anggaran sekitar Rp700 juta.



Kondisi itu membuat masyarakat tidak memperoleh akses langsung terhadap informasi dasar proyek.



Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Tabalong, H. Slamet Riyadi, saat dikonfirmasi media menyatakan pekerjaan tersebut masih berada dalam masa pemeliharaan.



“Itu sudah kami serahkan ke pihak kontraktor karena masih dalam tahap pemeliharaan,” kata Slamet Riyadi ketika dikonfirmasi melalui via telpon (13/01/2026).



Ia menjelaskan, masa pemeliharaan berlangsung selama enam bulan pada tahun 2026, terhitung sejak pekerjaan selesai dikerjakan pada 2025.



Dengan demikian, setiap kerusakan yang muncul selama periode tersebut menjadi tanggung jawab kontraktor pelaksana.


Terkait tidak adanya papan proyek, Slamet Riyadi memberikan penjelasan.


“Untuk pagu memang tidak ditempatkan di sana karena ada beberapa proyek yang dikerjakan. Jadi pagu itu ada, tapi tidak di komplek itu,” ujarnya.


Namun hingga kini, informasi mengenai nilai anggaran proyek Rp700 juta tersebut tetap tidak terlihat di lokasi pekerjaan.


Dengan status pekerjaan yang masih berada dalam masa pemeliharaan hingga pertengahan 2026, masyarakat kini menunggu hasil perbaikan di lapangan. Warga berharap perbaikan dilakukan secara menyeluruh agar kerusakan tidak kembali muncul dalam waktu singkat.


Bagi warga, ukuran keberhasilan proyek bukan pada administrasi, melainkan pada daya tahan jalan yang digunakan setiap hari.


Dan ketika jalan baru sudah rusak sebelum masa pemeliharaan berakhir, publik hanya menunggu satu hal: apakah jalan itu benar-benar akan diperbaiki, atau sekadar dicatat.


Wrinter chan

Editor Cor 

Related Posts