-->

Saat Merah Putih Turun, Orasi dan Perbedaan Sikap Sama-sama Berhenti

Redaksi
, Juni 15, 2026 WIB Last Updated 2026-06-15T15:31:10Z
---

 


MEDIAWARTA.NET BANJARMASIN – Demonstrasi mahasiswa di depan Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Senin sore, 15 Juni 2026, sempat berlangsung seperti biasa. Orasi bergantian disampaikan dari atas mobil komando. Sejumlah personel kepolisian berjaga di sepanjang titik aksi untuk memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib.


Menjelang petang, suasana berubah.


Ketika lagu kebangsaan Indonesia Raya mulai diperdengarkan sebagai bagian dari prosesi penurunan bendera, suara pengeras mendadak senyap. Orasi dihentikan. Massa aksi yang sebelumnya menyuarakan tuntutan berdiri tegak. Aparat kepolisian yang bertugas melakukan hal yang sama.



Di hadapan Sang Saka Merah Putih yang perlahan diturunkan, polisi dan mahasiswa serentak memberikan penghormatan.


Tak terlihat perintah atau aba-aba. Momen itu berlangsung spontan di tengah berlangsungnya aksi. Mereka yang beberapa menit sebelumnya berada dalam posisi berbeda—satu menyampaikan kritik, satu menjaga keamanan—berdiri dalam sikap yang sama saat bendera negara diturunkan.


Keheningan menyelimuti kawasan depan DPRD Kalsel. Lagu kebangsaan mengalun, sementara ratusan pasang mata tertuju ke arah Merah Putih.


Peristiwa singkat itu menjadi penanda bahwa ruang demokrasi dan rasa kebangsaan tidak harus saling menegasikan. Aspirasi tetap disampaikan. Pengamanan tetap dijalankan. Namun penghormatan kepada simbol negara menjadi titik temu yang tidak diperdebatkan.


Sore itu, di tengah aksi yang menyuarakan berbagai tuntutan, Merah Putih menghadirkan jeda. Sebuah jeda yang menunjukkan bahwa di atas perbedaan sikap dan kepentingan, masih ada identitas yang sama sebagai bangsa Indonesia.


Editor Cor 

Komentar

Tampilkan

Terkini