-->

Brimob Kepung Gedung Promoter, Polda Metro Jaya Bersiap Buka Barang Bukti Dugaan Korupsi Triliunan

Redaksi
, Juli 10, 2026 WIB Last Updated 2026-07-10T12:58:57Z
---

 

Foto Doc istimewa 


MEDIAWARTA.NET JAKARTA — Barisan personel Brimob bersenjata lengkap mengepung Gedung Promoter Polda Metro Jaya. Pengamanan ketat digelar menjelang pengungkapan barang bukti hasil penyidikan sejumlah perkara dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menyeret sejumlah korporasi besar.



Puluhan personel Brigade Mobil (Brimob) disiagakan sejak Jumat (10/7/2026) sore. Mereka membentuk pagar pengamanan di sekitar gedung yang menjadi lokasi konferensi pers pengungkapan hasil penyidikan perkara dugaan korupsi batu bara PLN, PT Asabri, Krakatau Steel, serta PT CBS-PT KNI.



Personel Brimob lengkap dengan perlengkapan taktis, helm, serta senjata laras panjang berjaga di sejumlah titik. Barisan polisi membentang dari trotoar depan Gedung Promoter hingga akses masuk lobi utama.



Pengamanan juga diperkuat di area parkir. Tiga lapis personel bersenjata ditempatkan untuk mengantisipasi gangguan selama agenda pemaparan barang bukti berlangsung.



Konferensi pers tersebut dijadwalkan mengungkap hasil penggeledahan yang dilakukan penyidik sejak Rabu (8/7/2026) di 13 lokasi. Sejumlah tempat yang digeledah meliputi restoran di kawasan Cipete, rumah di Sentul, serta ruko di Cipete.




Dari rangkaian penggeledahan itu, penyidik mengamankan barang bukti berupa uang tunai sekitar Rp67 miliar dalam mata uang asing, termasuk dolar Singapura dan dolar Amerika Serikat.



Selain itu, aparat juga menyita uang senilai Rp476 miliar serta emas seberat 74 kilogram dari sebuah rumah di Sentul, Kabupaten Bogor. Barang bukti tersebut kini menjadi bagian penting dalam proses penyidikan perkara dugaan korupsi dan TPPU.



Di dalam lobi utama Gedung Promoter, petugas mulai menata barang bukti di atas meja panjang yang telah disiapkan. Sejumlah anggota Reserse masih terlihat membawa tambahan barang bukti hingga menjelang konferensi pers digelar.


Pengamanan berlapis di markas Polda Metro Jaya menjadi sinyal kesiapan aparat sebelum membuka secara resmi perkembangan penyidikan perkara dengan nilai aset besar tersebut.


Editor Cor 

Komentar

Tampilkan

Terkini