![]() |
| Foto istimewa |
MEDIAWARTA.NET, Jakarta — Penyidik Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri menggeledah sebuah kafe di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2026). Lokasi tersebut disebut-sebut sebagai milik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.
Penggeledahan itu merupakan bagian dari penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait pengadaan serta pemenuhan pasokan batu bara untuk sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) periode 2018–2026. Kortas Tipidkor sebelumnya meningkatkan perkara tersebut ke tahap penyidikan pada 4 Juli 2026.
Dalam penggeledahan, penyidik memeriksa sejumlah ruangan untuk mencari dokumen, perangkat elektronik, dan barang bukti lain yang diduga berkaitan dengan penyidikan. Perkara yang disebut ikut ditelusuri antara lain pasokan batu bara untuk PLTU PLN, PT Asabri, serta PT Krakatau Steel. Berdasarkan informasi yang beredar, dugaan kerugian negara dalam kasus pasokan batu bara itu ditaksir mencapai Rp5 triliun. Namun, angka tersebut belum dikonfirmasi secara resmi oleh penyidik.
Berdasarkan laporan yang beredar, penyidik juga menemukan pintu tersembunyi di balik lemari di lantai dua kafe. Setelah dibuka, terdapat sebuah brankas besi yang kemudian diperiksa. Dari lokasi itu disebutkan polisi menyita sejumlah dokumen serta uang tunai dalam mata uang dolar Amerika Serikat dan dolar Singapura. Hingga kini, Polri belum merinci jumlah maupun status barang yang disita.
Selain menggeledah kafe, penyidik juga dilaporkan memeriksa sebuah tempat penukaran uang (money changer) yang berada di samping bangunan tersebut.
Kafe itu sebelumnya pernah menjadi sorotan karena merupakan lokasi yang sama saat Jampidsus Febrie Adriansyah diduga dikuntit oleh anggota Densus 88 Antiteror Polri pada Mei 2024. Dugaan tersebut sempat mencuat ke publik dan menjadi perhatian luas.
Pada hari yang sama, lebih dari 20 prajurit TNI terlihat melakukan pengamanan di rumah kediaman Febrie Adriansyah di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Meski penggeledahan dan pengamanan berlangsung bersamaan, hingga berita ini ditulis belum ada pernyataan resmi dari Polri, Kejaksaan Agung, maupun TNI yang menyatakan adanya hubungan langsung antara kedua peristiwa tersebut. Karena itu, keterkaitan keduanya masih menunggu penjelasan resmi dari pihak berwenang.
Editor Cor


