![]() |
| Istimewa |
MEDIAWARTA.NET,BALANGAN, — Polres Balangan bersama Pemerintah Kabupaten Balangan, Forkopimda, TNI, instansi terkait, dan masyarakat menggelar Salat Istisqa serta doa bersama di halaman Kantor Bupati Balangan, Rabu pagi, 19 Agustus 2026. Ikhtiar itu dilakukan di tengah kemarau yang meningkatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Selatan.
Bupati Balangan Abdul Hadi, S.Ag., M.I.Kom., Kapolres Balangan AKBP Arif Mansyur Supartono, S.H., S.I.K., M.M., unsur Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, serta masyarakat hadir dalam kegiatan tersebut.
Salat Istisqa dipimpin Ketua MUI Kabupaten Balangan, KH Akhmad Yusuf, yang bertindak sebagai imam sekaligus khatib. Dalam khutbahnya, ia mengingatkan bahwa salat meminta hujan merupakan bentuk munajat sekaligus ikhtiar manusia ketika kemarau melanda.
KH Akhmad Yusuf juga mengisahkan pengalaman ketika Salat Istisqa pernah dilakukan dan hujan turun setelahnya.
"Dulu pernah salat Istisqa dan alhamdulillah doa kami dikabulkan Sang Pencipta, hujan turun setelahnya," ujar KH Akhmad Yusuf seusai salat.
Menurut dia, doa harus berjalan beriringan dengan ikhtiar. Salat Istisqa diharapkan menjadi momentum untuk memohon hujan sekaligus memperkuat kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan ancaman Karhutla.
Kapolres Balangan AKBP Arif Mansyur Supartono mengatakan Salat Istisqa merupakan ikhtiar bersama menghadapi kemarau sekaligus bentuk kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.
"Kita bersama-sama berdoa dan memohon kepada Allah SWT agar segera diturunkan hujan yang membawa keberkahan. Selain ikhtiar melalui doa, kami juga terus mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla," kata Arif.
Ia menegaskan, pencegahan Karhutla tidak bisa dibebankan kepada satu institusi. Pemerintah daerah, TNI-Polri, instansi terkait dan masyarakat harus bergerak bersama, terutama dalam mencegah pembukaan lahan dengan cara membakar.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau potensi Karhutla agar dapat ditangani sedini mungkin.
"Semoga dengan doa dan ikhtiar kita bersama, Allah SWT segera menurunkan hujan di Kabupaten Balangan. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga lingkungan dan bersama-sama mencegah Karhutla," ujarnya.
Salat Istisqa tersebut menjadi simbol bahwa menghadapi kemarau tak cukup hanya dengan menunggu hujan. Doa dipanjatkan, sementara pencegahan Karhutla tetap menjadi tanggung jawab bersama.
Editor Cor


