-->

Karhutla Kalsel Membara, Astamaops Polri dan KSAL Turun Langsung: Api Dipadamkan, Pelaku Diburu

Redaksi
, Agustus 22, 2026 WIB Last Updated 2026-08-22T12:11:47Z
---

 

Istimewa 


BANJARBARU — Astamaops Polri Komjen Pol. Dr. Muhammad Fadil Imran dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali turun langsung meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Guntung Damar, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (22/8/2026). Di tengah ancaman karhutla yang terus membakar lahan, pemerintah dan aparat menegaskan penanganan tidak cukup hanya dengan mengejar api, tetapi juga harus memutus sumber masalah melalui pencegahan dan penegakan hukum.


Peninjauan tersebut turut dihadiri Gubernur Kalsel H. Muhidin, Kapolda Kalsel Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, Wakapolda Kalsel, jajaran Forkopimda serta sejumlah unsur terkait.


Di lapangan, Kapolda Kalsel ikut turun memadamkan api. Pemadaman dilakukan secara terpadu dengan mengerahkan kekuatan Polri, TNI, BPBD, BNPB dan Basarnas.


Dukungan dari pemerintah pusat juga digelontorkan. Sejumlah pesawat udara, helikopter dan personel BNPB dikerahkan untuk memperkuat operasi penanganan karhutla di Kalimantan Selatan.


Astamaops Polri Komjen Fadil Imran menegaskan operasi karhutla memiliki dua sasaran utama: api harus dipadamkan dan pembakaran harus ditindak.


“Untuk penegakan hukum dan pencegahan, ini kita fokuskan. Upaya pemadaman dan hukum kita fokuskan dengan hukum,” kata Fadil Imran.


Pernyataan itu mempertegas bahwa penanganan karhutla bukan sekadar operasi darurat ketika api sudah berkobar. Pencegahan dan penindakan menjadi bagian yang tidak terpisahkan untuk mencegah kebakaran terus berulang.


Fadil juga mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan api untuk membuka atau membersihkan lahan. Pemilik dan pengelola lahan diminta bertanggung jawab menjaga wilayahnya serta segera mengambil langkah ketika menemukan potensi titik api.


“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, kemudian menjaga lahannya masing-masing. Mudah-mudahan antara pemerintah bersama segenap komponen masyarakat bersama-sama melakukan langkah-langkah pencegahan dan pemadaman kebakaran ini,” ujarnya.


KSAL Laksamana Muhammad Ali mengatakan penanganan karhutla di Kalsel tidak mungkin ditangani oleh satu institusi. Kekuatan gabungan menjadi kunci menghadapi kebakaran yang mengancam lingkungan dan masyarakat.


“Ini semua bisa ditangani karena kerja sama yang bagus. Saya lihat Forkopimda semua hadir dan semua aparat bekerja sama dengan baik,” ujar Muhammad Ali.


Ia menegaskan dukungan pemerintah pusat telah diberikan melalui pengerahan pesawat udara, helikopter dan personel BNPB pusat untuk memperkuat penanganan karhutla.


Kapolda Kalsel melalui Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid mengatakan peninjauan Astamaops Polri dan KSAL memperlihatkan bahwa penanganan karhutla dilakukan secara lintas sektor. Polda Kalsel bersama pemerintah daerah, TNI, BNPB, Basarnas, BPBD dan unsur terkait terus bergerak dalam pencegahan, pemadaman hingga penegakan hukum.


“Sinergi seluruh unsur menjadi kekuatan utama dalam penanganan karhutla. Masyarakat juga memiliki peran penting dengan tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api,” kata Nur Khamid.


Menurut dia, aparat tidak hanya berkonsentrasi pada pemadaman. Penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran juga menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla.


Pesan aparat kini terang: api harus dilawan, pembakaran harus dicegah, dan jika ada pihak yang sengaja membakar lahan, hukum harus berjalan.


Polda Kalsel memastikan penanganan karhutla terus dilakukan bersama pemerintah daerah, TNI, BNPB, Basarnas, BPBD dan seluruh unsur terkait. Operasi tersebut diarahkan untuk menjaga Kalimantan Selatan dari ancaman api sekaligus menekan potensi kebakaran agar tidak terus berulang.


Editor Cor 

Komentar

Tampilkan

Terkini