-->

Karhutla Tambang Ulang Disorot, BPBD Akui Keterbatasan Personel dan Relawan Belum Solid

Redaksi
, Agustus 14, 2026 WIB Last Updated 2026-08-14T13:35:42Z
---

 

Doc istimewa 


MEDIAWARTA.NET,TANAH LAUT — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Kamis (13/8/2026), berlangsung dengan tenaga pemadam yang terbatas. Api baru berhasil dijinakkan sekitar pukul 23.00 WITA setelah tim susulan membawa tambahan satu unit mesin pemadam.


Kondisi itu memunculkan sorotan terhadap kesiapan penanganan karhutla di Tanah Laut. Di tengah ancaman musim kemarau yang panjang, operasi pemadaman justru masih menghadapi persoalan klasik: keterbatasan personel, titik api yang muncul bersamaan, hingga komunikasi dengan kelompok relawan yang belum sepenuhnya solid.


Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Laut, Aspi Setia Rahman, mengakui kondisi tersebut. Ia mengatakan BPBD sedang berupaya membuka kembali komunikasi dan membangun koordinasi dengan para relawan pemadam kebakaran.


“Seperti itulah, saya baru sekitar satu tahun ini di BPBD. Saat ini sedang proses membuka komunikasi dengan kawan-kawan relawan. Karena setahu saya, di internal mereka sendiri masih banyak PR yang harus diselesaikan, sepertinya belum kompak. Itulah yang hendak saya harmoniskan saat ini,” ujar Aspi saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.


Menurut Aspi, kebakaran di Tambang Ulang akhirnya dapat dikendalikan setelah personel tambahan tiba di lokasi. Tambahan satu unit mesin membuat proses pemadaman bisa dilakukan lebih maksimal.


“Alhamdulillah, setelah tim susulan datang membawa satu unit mesin tambahan, akhirnya kita semua bisa bekerja maksimal dan api dapat dipadamkan malam tadi,” katanya.


Persoalan lain muncul dari waktu kedatangan unit pemadam BPBD. Unit Damkar dilaporkan baru tiba sekitar pukul 18.40 WITA, hampir dua jam setelah laporan kebakaran diterima.


Aspi menyebut keterlambatan itu tidak berdiri sendiri. Pada saat bersamaan, sejumlah titik api muncul di lokasi berbeda sehingga personel dan peralatan harus dibagi. Kondisi geografis serta akses menuju lokasi kebakaran juga menjadi hambatan tersendiri.


“Memang kendala kita selama ini adalah seringnya muncul titik api yang bersamaan di beberapa tempat. Selain itu, akses menuju lokasi kebakaran juga seringkali sulit dicapai,” ujarnya.


Situasi tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi BPBD Tanah Laut. Sebab, karhutla tidak menunggu koordinasi selesai. Ketika api muncul serentak di sejumlah titik, keterbatasan personel dan peralatan dapat berubah menjadi celah yang memperbesar luas kebakaran.


Aspi berharap dukungan masyarakat tetap mengalir kepada petugas yang berjibaku di lapangan. Ia juga meminta doa agar seluruh personel diberi kesehatan dalam menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung cukup panjang.


Kini, selain memadamkan api, BPBD Tanah Laut dituntut memperkuat barisan. Sebab dalam perang melawan karhutla, kecepatan bukan sekadar soal tiba di lokasi, melainkan seberapa siap seluruh kekuatan bergerak ketika api mulai menjalar.


Editor Cor 

Komentar

Tampilkan

Terkini