-->

Korem 101/Antasari Gempur 17 Titik Karhutla di Kalsel

Redaksi
, Agustus 22, 2026 WIB Last Updated 2026-08-21T23:27:14Z
---

 



MEDIAWARTA.NET,BANJARMASIN — Prajurit Korem 101/Antasari bersama tim gabungan memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di 17 titik yang tersebar di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan pada Jumat, 21 Agustus 2026. Kebakaran itu melanda Barito Kuala, Tanah Laut, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, Balangan, Banjarbaru, dan Kabupaten Banjar dengan luas lahan terdampak diperkirakan lebih dari 100 hektare.


Tim yang diterjunkan terdiri atas personel TNI, BPBD, Polri, Manggala Agni, Barisan Pemadam Kebakaran, serta relawan masyarakat. Mereka tidak hanya mengejar kobaran api, tetapi juga membasahi kembali lahan untuk mencegah api muncul dari bawah permukaan gambut.


Di Barito Kuala, pemadaman dilakukan di Kelurahan Ulubenteng seluas sekitar 1,5 hektare dan Desa Palingkau sekitar 1 hektare. Api di kedua lokasi berhasil dikendalikan. Sementara di Desa Puntik Dalam sekitar 0,4 hektare, petugas masih melakukan pendinginan.


Penanganan serupa berlangsung di wilayah Hulu Sungai Utara dan Balangan. Di Desa Mawarsari, lahan terbakar sekitar 0,7 hektare, sedangkan di Desa Pulau Damar sekitar 10 hektare. Petugas melakukan pembasahan untuk mengisolasi titik api di kawasan gambut.


Di Tanah Laut, api di Kelurahan Pelaihari sekitar 2 hektare dan Desa Tambang Ulang sekitar 10 hektare berhasil dipadamkan. Namun kebakaran di Desa Pagatan Besar, Kecamatan Takisung, menjadi titik yang paling sulit ditangani. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 50 hektare.


Angin kencang dan minimnya akses jalan menuju titik terjauh membuat proses pemadaman di Pagatan Besar berjalan lambat. Tim gabungan terus berupaya menahan laju api agar tidak meluas.


Sementara itu, operasi penyekatan dilakukan di sembilan lokasi di Banjarbaru dan Kabupaten Banjar. Wilayah yang menjadi sasaran antara lain Liang Anggang, Gambut, Sungai Besar, hingga lahan milik TNI di Sungai Ulin.


Armada darat berupa mobil tangki air dan mesin alkon dikerahkan. Satu unit helikopter juga digunakan untuk melakukan water bombing guna membantu memutus pergerakan api dari udara.


Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, kebakaran di Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang, dengan luas sekitar 4 hektare berhasil dipadamkan. Tim Siaga Karhutla bersama Satgas BPBD kemudian melakukan pendinginan untuk memastikan bara tidak kembali menyala.


Kapenrem 101/Ant Mayor Inf Wartono mengatakan tidak ada korban jiwa dalam rangkaian kebakaran tersebut. Menurut dia, personel Korem 101/Antasari bersama unsur terkait masih bersiaga untuk memantau dan mendinginkan lokasi terdampak.


“Secara keseluruhan, tidak ada korban jiwa. Kendala utama di lapangan meliputi minimnya sumber air, angin kencang, dan sulitnya akses medan,” kata Wartono.


Hingga Jumat malam, personel gabungan masih berada di sejumlah lokasi. Pendinginan dilakukan sebagai langkah terakhir untuk menutup celah api yang berpotensi kembali berkobar.


Kondisi cuaca kering, angin, dan lahan gambut membuat penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan api di permukaan. Bara yang tertinggal di bawah tanah menjadi ancaman baru jika tidak segera diisolasi.


(Pen 101)

Komentar

Tampilkan

Terkini