-->

Polda Kalsel Rangkul Ojol: Sembako Dibagi, Peluang Kerja Jepang Dibuka

Redaksi
, Agustus 15, 2026 WIB Last Updated 2026-08-15T00:11:02Z
---

 

Istimewa 

MEDIAWARTA.NET,BANJARMASIN — Polda Kalimantan Selatan membagikan sekitar 500 paket sembako kepada pengemudi ojek online di Banjarmasin, Jumat (14/8/2026), sekaligus membuka informasi peluang kerja sebagai pengemudi profesional di Jepang. Langkah ini menjadi upaya polisi merawat kemitraan dengan kelompok yang dinilai ikut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Banua.


Bakti sosial yang diinisiasi Polresta Banjarmasin itu bukan sekadar membagikan paket kebutuhan pokok. Polda Kalsel menjadikan pertemuan tersebut sebagai ruang silaturahmi sekaligus apresiasi terhadap para driver ojol yang sehari-hari bersentuhan langsung dengan masyarakat.


Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M., mengatakan Kapolda Kalsel Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., menilai para pengemudi online memiliki peran penting dalam menjaga situasi kamtibmas.


“Untuk silaturahmi, kebersamaan, dan bentuk apresiasi kami kepada para driver online yang selama ini membantu kami menjaga situasi kamtibmas di wilayah Banua,” kata Nur Khamid menyampaikan pesan Kapolda.


Namun, agenda itu tak berhenti pada urusan sembako. Polda Kalsel juga membawa informasi mengenai peluang kerja di Jepang bagi tenaga pengemudi profesional. Peluang tersebut dinilai dapat menjadi salah satu jalan keluar bagi masyarakat yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).


Kapolda Kalsel menyebut peluang itu muncul setelah Direktorat Lalu Lintas Polda Kalsel bersama Korlantas Polri melakukan studi banding ke Jepang terkait pengembangan Safety Driving Center (SDC).


Dari studi tersebut, kata dia, Jepang disebut memiliki kebutuhan tenaga pengemudi dalam jumlah besar. Informasi awal menyebut kebutuhan sekitar 2.000 pengemudi, tetapi informasi terbaru yang diterima Polda Kalsel menyatakan kebutuhannya jauh lebih besar.


“Dari informasi terbaru, Jepang membutuhkan kurang lebih 1 juta driver. Ini sudah saya informasikan ke Pak Gubernur dan Pemprov agar peluang ini bisa kita manfaatkan untuk masyarakat Banua, sehingga dampak PHK dari beberapa perusahaan bisa kita salurkan dan minimalisir,” ujar Kapolda.


Angka kebutuhan tersebut tentu bukan perkara kecil. Jika peluang itu benar-benar dapat dibuka secara resmi, masyarakat Kalimantan Selatan memiliki pintu baru untuk memasuki pasar kerja luar negeri.


Polda Kalsel menyatakan mekanisme perekrutan, persyaratan, hingga pemberangkatan masih akan dibahas dan diatur melalui jalur resmi. Mabes Polri melalui Korlantas akan berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Imigrasi serta Kementerian Luar Negeri.


Polisi berharap informasi tersebut tidak berhenti sebagai kabar di tengah kegiatan bakti sosial. Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan dapat menindaklanjutinya secara konkret agar peluang kerja tersebut benar-benar dapat diakses masyarakat.


Bagi Banua yang menghadapi tekanan lapangan kerja dan dampak PHK, peluang menjadi pengemudi di Jepang bisa menjadi alternatif. Tetapi, angka kebutuhan hingga 1 juta pengemudi tetap membutuhkan verifikasi mekanisme, persyaratan, dan skema penempatan yang jelas sebelum masyarakat mendaftarkan diri.


Polda Kalsel kini menempatkan driver ojol bukan hanya sebagai penerima bantuan, tetapi juga sebagai bagian dari jejaring masyarakat yang dapat menjadi mitra menjaga kamtibmas sekaligus calon tenaga kerja untuk pasar internasional.


Editor Cor 

Komentar

Tampilkan

Terkini