![]() |
| Istimewa |
MEDIAWARTA.NET,BANJARMASIN — Forum Kerukunan dan Pemerhati Warga Kalimantan (FKPWK) menyoroti tahapan akhir Pemilihan Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) periode 2026–2030 yang kini bergulir ke tingkat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). FKPWK meminta seluruh proses dijalankan transparan, akuntabel, dan berpijak pada kepentingan ULM.
Ketua Dewan Pembina FKPWK, H. Junaidi, mengatakan dinamika dalam pemilihan rektor merupakan bagian dari mekanisme demokrasi di lingkungan perguruan tinggi. Namun, setiap tahapan harus tetap berada dalam koridor aturan dan tidak boleh mengabaikan kepentingan institusi.
“Proses pemilihan harus berjalan transparan dan akuntabel. Yang harus dikedepankan adalah kepentingan dan masa depan ULM,” kata Junaidi.
Sorotan FKPWK muncul ketika tiga kandidat memasuki tahapan akhir. Mereka adalah Dr. Rusmansyah, Drs., M.Pd., nomor urut 1; Prof. Dr. Ahmad, S.E., M.Si., nomor urut 2; serta Dr. Iwan Aflanie, dr., M.Kes., Sp.F., S.H., nomor urut 3.
Ketiga kandidat selanjutnya mengikuti proses di tingkat Kemdiktisaintek, termasuk agenda wawancara dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Sebelumnya, Senat ULM telah menggelar pemungutan suara ulang pada 19 Agustus 2026. Dalam mekanisme pemilihan, suara Senat ULM memiliki bobot 65 persen, sedangkan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi memiliki bobot 35 persen.
Ketua DPP FKPWK, Adv. H. Rachmad Fadillah, S.H., menegaskan bahwa Pilrek ULM bukan sekadar pergantian pucuk pimpinan. Hasilnya akan menentukan arah pengembangan salah satu perguruan tinggi utama di Kalimantan Selatan selama empat tahun mendatang.
“ULM harus dipimpin figur yang mampu menjaga kualitas pendidikan, memperkuat riset dan pengabdian kepada masyarakat, serta meningkatkan prestasi dan daya saing universitas,” ujar Rachmad.
Menurut Rachmad, FKPWK berkepentingan memastikan proses tersebut berjalan sehat dan berorientasi pada kepentingan akademik. Karena itu, seluruh pihak diminta menghormati mekanisme yang telah ditetapkan hingga keputusan final diumumkan oleh pihak berwenang.
FKPWK juga mengingatkan agar dinamika selama proses pemilihan tidak menjadi sekat setelah rektor terpilih ditetapkan. Senat, guru besar, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan seluruh sivitas akademika harus kembali bersatu mengawal agenda besar ULM.
Bagi FKPWK, ujung dari Pilrek bukan sekadar siapa yang duduk di kursi rektor. Yang jauh lebih penting adalah ke mana ULM akan dibawa.
Rektor terpilih nantinya dituntut menjawab tantangan pendidikan tinggi yang semakin kompleks sekaligus memperkuat posisi ULM di tingkat nasional dan internasional.
Editor Ahm


