MEDIAAARTA.NET,BANJARMASIN — Api kembali berkobar di kawasan Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Rabu, 7 Januari 2026. Polisi, pemadam kebakaran, relawan, dan sejumlah instansi terkait kembali dikerahkan untuk menjinakkan api yang muncul di titik yang sebelumnya telah dipadamkan.
Kobaran api kembali muncul setelah upaya pemadaman berlangsung hingga malam sebelumnya. Asap tebal membubung dari lahan yang terbakar, sementara bara yang masih tersisa berpotensi memicu kebakaran susulan dan merambat ke area di sekitarnya.
Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Riza Muttaqin kembali menerjunkan personelnya ke lokasi. Mereka bergabung dengan personel Dit Samapta Polda Kalimantan Selatan, Sat Brimob, Polres Barito Kuala, petugas pemadam kebakaran, relawan, serta instansi terkait untuk memburu titik-titik api.
Terik matahari tak menghentikan operasi. Petugas masuk ke area terbakar dengan peralatan pemadaman yang tersedia. Titik api disisir satu per satu. Semprotan air diarahkan ke lahan yang masih mengeluarkan asap dan menyimpan bara.
Api yang sempat dikendalikan ternyata belum sepenuhnya jinak. Sejumlah titik kembali menyala sehingga petugas harus bekerja dari awal untuk memastikan bara tidak menjalar dan memunculkan kobaran baru.
Di tengah asap pekat dan panas yang menyengat, polisi dan relawan bergerak tanpa jeda. Mereka bergantian menyemprotkan air, menyisir lahan, dan memeriksa kembali lokasi yang telah dipadamkan. Bara sekecil apa pun menjadi sasaran.
Langkah cepat itu menjadi bagian dari komitmen Polresta Banjarmasin membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan. Lokasi kejadian berada di kawasan yang berbatasan langsung dengan Kota Banjarmasin sehingga api yang dibiarkan berpotensi menjadi ancaman lebih luas.
Bagi petugas di lapangan, pekerjaan belum berakhir ketika kobaran terlihat mengecil. Api harus benar-benar dipastikan padam. Bara yang tersisa harus dituntaskan agar tak kembali menjadi api.
Dari malam hingga siang, polisi, pemadam kebakaran, dan relawan tetap berada di garis depan. Mereka berjibaku menutup setiap celah bagi api untuk kembali membesar dan memastikan karhutla di Handil Bakti tidak meluas.
Editor Ahm


