MEDIAWARTA.NET,BANJAR — Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan memimpin uji coba pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menggunakan campuran surfaktan Pyrox dan water bombing di Jalan Gubernur Syarkawi, Kabupaten Banjar, Selasa (20/10/2026) sore. Metode ini diuji untuk mempercepat pemadaman, terutama di lahan gambut yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Uji coba tersebut melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalsel dan instansi terkait. Proses pemadaman dilakukan melalui udara dengan menyemprotkan air yang telah dicampur surfaktan Pyrox ke titik api di kawasan Guntung Damar.
Sebanyak 800 liter surfaktan Pyrox dicampurkan ke dalam embung buatan berukuran 20 x 20 meter. Ekskavator dikerahkan untuk mengaduk campuran hingga merata sebelum air diambil menggunakan helikopter untuk operasi water bombing.
Hasil pemantauan menggunakan drone termal menunjukkan suhu titik api yang semula berkisar 400–500 derajat Celsius turun menjadi 43 derajat Celsius setelah penyiraman. Penurunan suhu tersebut menjadi indikator awal efektivitas metode yang diuji, meski keberhasilan pemadaman secara menyeluruh tetap memerlukan pemantauan lanjutan.
Kapolda Kalsel melalui Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Nur Khamid mengatakan, penggunaan surfaktan Pyrox menjadi salah satu upaya untuk mengatasi kendala pemadaman karhutla, khususnya di lahan gambut yang berpotensi menyimpan bara di lapisan bawah permukaan.
Formula tersebut diharapkan meningkatkan daya lekat air dan membantu penetrasi ke material yang terbakar. Dengan demikian, pemadaman dari udara dapat melengkapi upaya petugas di darat yang selama ini menggunakan mesin alkon dan pipa suntik gambut.
Uji coba ini disaksikan Gubernur Kalsel, Danrem 101/Antasari, Danlanal Banjarmasin, Danlanud Syamsudin Noor, Kabinda Kalsel, Kepala BNPB Kalsel, Wakapolda Kalsel, serta pejabat utama Polda Kalsel dan instansi terkait.
Penggunaan kombinasi surfaktan dan water bombing menjadi salah satu alternatif penanganan karhutla. Namun, efektivitasnya dalam mencegah api kembali menyala perlu dipastikan melalui evaluasi dan pemantauan lanjutan di lokasi terdampak.
Editor Ahm


