Kepala BNNP Kalsel Berharap Ada Balai Rehabilitasi Narkoba di Kalsel

test

Kepala BNNP Kalsel Berharap Ada Balai Rehabilitasi Narkoba di Kalsel

Rum
Rabu, 27 Desember 2023

 



MEDIAWARTA.NET, Banjarmasin - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalsel gelar Press Release Akhir Tahun 2023 di Aula Lantai 1 Kantor BNN Provinsi Kalimantan Selatan. Rabu (27/12/2023).

Press Release akhir tahun ini dipimpin langsung oleh Kepala BNN Provinsi Kalimantan Selatan, Brigjen Pol. Wisnu Andayana, S.ST., MK.

Pada kesempatan itu, Brigjen Pol. Wisnu Andayana, S.ST., MK., menyampaikan capaian kegiatan BNN Provinsi Kalimantan Selatan selama Tahun 2023.

Sebagai lembaga pemerintah yang bertanggung jawab dalam memerangi peredaran narkoba, BNN Provinsi Kalsel telah merumuskan berbagai program yang bertujuan untuk melindungi masyarakat dari bahaya narkoba dan menciptakan lingkungan yang bebas dari penyalahgunaan narkotika.

Berikut capaian BNNP Kalsel selama tahun 2023 :

Tahun 2023 Pagu Anggaran BNNP Kalsel sekitar 11.390.843.000 dan terealisasi sebesar 11.300.795.770 atau sekitar 99.21%, Pelaksanaan 2 MoU dan 12 PKS, dan mendapatkan Penghargaan terbaik 1 kinerja pelaksanaan anggaran tahun 2023 kategori sedang.

Pada Bidang P2M, telah melaksanakan tes urine sebanyak 6.024 orang. Adapun penurunan kawasan rawan narkoba dari 19 desa menjadi 14 desa di BNNP Kalsel dan Jajaran, Dan terdapat 2 desa bersinar di wilayah Kelurahan Loktabat Utara dan Sungai Besar, sedangkan untuk se-Kalsel sebanyak 18 desa bersinar.

Pelaksanaan Sosialisasi Narkoba sebanyak 80.437 orang dan media luar ruang sebanyak 66.432 orang, Prevelansi penyalahgunaan Narkoba pada tahun 2023 sebesar 1,73% setahun pakai dan 2,20% pernah pakai .

Di Bidang Pemberantasan, BNNP telah mengungkap sebanyak 15 LKN dari target 12 LKN, 1 LKN terdapat Tindak Pindana Pencucian Uang Dengan barang bukti, shabu 453,65 gram, ganja 820 gram, XTC 125 butir, Pelaksanaan TAT sebanyak 25 Pelaksanaan dengan 13 rehabilitasi, 5 rehabilitasi dan proses hukum lanjut, 7 dalam proses hukum.

Sedangkan pada Bidang Rehabilitasi, Data penyalahguna Narkotika sebanyak 74 orang, sebayak 63 orang rawat jalan dan 11 orang rawat inap (rujukan). Dan juga pelayanan SKHPN sebanyak 400 orang.

Wisnu juga mengatakan, Bahwa Kalsel sudah sangat mendesak adanya Balai Rehabilitasi Narkoba karena Rumah Sakit Sambang Lihum sudah tidak mampu menampung.

"Saya berharap adanya Balai Rehabilitasi Narkoba di Kalsel ini, karena Rumah Sakit Sambang Lihum yang mana di pakai untuk rehabilitasi narkoba sudah tidak mampu lagi menampung," kata Wisnu kepada Kalseltoday.com.


Ia menambahkan, pembangunan balai rehabilitasi narkoba akan menjadi sarana penting dalam memberikan perlindungan, pemulihan, dan reintegrasi bagi para pecandu narkoba.

"Balai rehabilitasi narkoba yang memadai akan mampu menyediakan perawatan medis dan psikologis, memberikan keterampilan-keterampilan baru, serta membantu para pecandu narkoba untuk kembali ke masyarakat sebagai individu yang produktif," tambahnya.

Selain itu, Wisnu juga menekankan perlunya dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan masyarakat umum dalam mendukung pembangunan dan operasionalisasi balai rehabilitasi narkoba.

"Dukungan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang kondusif untuk proses rehabilitasi dan mengurangi stigma negatif terhadap para pecandu narkoba," ucapnya.

Menurutnya, ini sejalan dengan visi pemerintah Pusat dalam upaya penanggulangan narkoba, pembangunan balai rehabilitasi narkoba di Kalimantan Selatan akan menjadi langkah konkret dalam menjawab tantangan penyalahgunaan narkoba di tingkat regional.

Wisnu menekankan bahwa upaya ini perlu dilakukan secara komprehensif melalui pendekatan yang inklusif, transformatif, dan berkelanjutan.

Dalam konteks tersebut, Wisnu juga menyampaikan pentingnya penguatan kerjasama antarinstansi terkait, seperti kepolisian, lembaga medis, dan lembaga sosial, guna memastikan efektivitas upaya penanggulangan narkoba di Kalimantan Selatan.

"Kolaborasi yang erat antar berbagai pihak diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang ada dan memastikan kesinambungan dalam program-program rehabilitasi narkoba, lahan kita luas di Kalsel dan PAD (Pendapatan Asli Daerah) kita sangat tinggi, jadi rasanya sangat tidak mungkin Kalsel tidak bisa membangun Balai Rehabilitasi Narkoba," ungkap Wisnu.

Ia juga memaparkan, membangun balai rehabilitasi narkoba juga akan bergantung pada komitmen serta kesadaran bersama dalam menjadikan penanggulangan narkoba sebagai prioritas bersama.

Selain itu, Wisnu juga menegaskan pentingnya peran serta aktif semua pihak dalam mendukung upaya pencegahan, penindakan dan rehabilitasi sebagai bagian dari strategi holistik untuk mengatasi masalah narkoba di masyarakat.

Ia berharap, dari pembangunan balai rehabilitasi narkoba di Kalimantan Selatan, dapat memberikan manfaat nyata dalam penanggulangan penyalahgunaan narkoba, serta mampu memberikan kesempatan bagi para pecandu narkoba untuk mendapatkan kesempatan baru dan mengubah hidup mereka menuju arah yang lebih positif.

"Dari pembangunan Balai Rehabilitasi Narkoba di Kalsel nanti dapat memberikan manfaat nyata dalam penanggulangan penyalahgunaan narkoba serta mampu memberikan kesempatan bagi para pecandu narkoba untuk mendapatkan kesempatan baru dan mengubah hidup mereka menuju arah yang lebih positif," tutupnya.(red)

Related Posts