;head> https://schema.org Tragedi Helikopter Jatuh di Tanah Bumbu: Bangkai Ditemukan Terbakar, Evakuasi Korban Masih Berlangsung

test

Tragedi Helikopter Jatuh di Tanah Bumbu: Bangkai Ditemukan Terbakar, Evakuasi Korban Masih Berlangsung

Redaksi
Kamis, 04 September 2025


Istimewa 



Tanah Bumbu – Setelah dua hari penuh misteri, hilangnya helikopter BK117 D3 milik Eastindo Air akhirnya terungkap. Tim SAR gabungan menemukan bangkai helikopter tersebut dalam kondisi terbakar di kawasan hutan Kecamatan Mentewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Rabu (3/9/2025) siang.


Pesawat dengan rute Kotabaru – Palangka Raya itu hilang kontak pada Senin (1/9) pukul 08.54 WITA, hanya beberapa menit setelah lepas landas dari Bandara Gusti Syamsir Alam, Kotabaru. Helikopter mengangkut delapan orang, terdiri dari pilot Capt. Haryanto, teknisi Eng. Hendra, serta enam penumpang dari berbagai kewarganegaraan.



Sejumlah warga, termasuk guru dan siswa sekolah, mengaku melihat helikopter tersebut melintas rendah sambil mengeluarkan asap putih sebelum menghilang. Kesaksian ini memperkuat dugaan adanya kerusakan teknis sebelum kecelakaan terjadi.


Basarnas bersama TNI, Polri, BPBD, PMI, hingga relawan mengerahkan lebih dari 400 personel untuk menyisir kawasan seluas 15 nautical mile dari titik hilang kontak. Pencarian dilakukan melalui udara, darat, hingga pemanfaatan drone thermal. Cuaca buruk—hujan deras dan kabut tebal—sempat memperlambat operasi.


Upaya itu membuahkan hasil. Pada Rabu (3/9) pukul 14.45 WITA, puing helikopter ditemukan terbakar di dekat Air Terjun Mandin Damar dengan koordinat 03° 5’6” S – 115° 37’39.07” E.



Tak lama setelah bangkai pesawat terlihat, tim SAR menemukan korban pertama sekitar 100 meter dari lokasi jatuh. Kondisi korban mengenaskan. Sementara itu, tujuh orang lainnya diduga masih terjebak di dalam bangkai pesawat yang hangus terbakar.


“Kami akan terus melakukan evakuasi meskipun medan sulit dan kondisi pesawat terbakar parah,” ujar seorang pejabat Basarnas dalam keterangan resminya.


Tragedi ini bukan hanya meninggalkan duka bagi keluarga korban, tetapi juga menimbulkan banyak pertanyaan. Bagaimana helikopter bisa mengalami masalah hanya beberapa menit setelah lepas landas Apakah ada faktor cuaca, kesalahan teknis, atau masalah lain.


Pihak berwenang masih akan melakukan investigasi menyeluruh. Namun satu hal jelas, peristiwa ini menegaskan betapa rapuhnya keselamatan penerbangan di wilayah dengan kondisi geografis dan cuaca ekstrem.


Editor redaksi 

Related Posts