;head> https://schema.org Polda Kalsel Didesak Bersih-Bersih Mafia Solar, Sopir Truk Bongkar Dugaan Premanisme SPBU

test

Polda Kalsel Didesak Bersih-Bersih Mafia Solar, Sopir Truk Bongkar Dugaan Premanisme SPBU

Redaksi
Jumat, 15 Mei 2026

Babeh Aldo 


MEDIAWARTA.NET,BANJARMASIN — Aroma permainan biosolar subsidi kembali menyeruak di Kalimantan Selatan. Kali ini, keresahan datang langsung dari para sopir truk yang mengaku muak dengan dugaan praktik mafia solar dan aksi premanisme di sejumlah SPBU.


Kamis, 14 Mei 2026, Ali Ridhok alias Babeh Aldo bersama aktivis Kalimantan Selatan, Aliansyah — yang dikenal dengan julukan “Si Raja Demo” — mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalimantan Selatan.


Mereka datang bukan sekadar membawa keluhan, tetapi juga menawarkan diri menjadi mitra kepolisian untuk membongkar dugaan penyalahgunaan BBM subsidi jenis biosolar yang disebut sudah lama menghantui sopir angkutan di daerah ini.


Pertemuan berlangsung di kantor Ditreskrimsus Polda Kalsel dan diterima langsung Kabag Binopsnal Ditreskrimsus Polda Kalsel, AKBP Suprapto, S.H., M.H.


Turut hadir dalam pertemuan tersebut AKBP Yeremias Tony Putrawan, S.I.K., M.H., selaku Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus, AKP Galuh Rizka Pangestu, S.T.K., S.I.K., Kanit 1 Subdit IV Tipidter, serta AKP Erikson dari Bidang Propam Polda Kalsel.


Dalam berita acara pertemuan yang ditandatangani bersama, para sopir dan aktivis membeberkan sejumlah dugaan praktik di lapangan yang dinilai semakin meresahkan.


Mulai dari dugaan premanisme pengatur antrean biosolar di SPBU, penggunaan nomor antrean oleh kelompok tertentu, hingga penjualan biosolar yang disebut tidak sesuai harga eceran tertinggi (HET).


Persoalan itu dinilai bukan lagi sekadar pelanggaran kecil, melainkan sudah menyerupai sistem yang berjalan terbuka di lapangan.



“Supir kadang-kadang berani mati di jalan, tapi takut dihukum,” ujar Babeh Aldo dalam nada satir.


Ucapan itu menyentil situasi yang menurut para sopir terasa janggal. Di satu sisi, mereka dituntut tetap bekerja di tengah kelangkaan solar subsidi. Di sisi lain, mereka mengaku sering menjadi pihak paling rentan terseret persoalan hukum.


Sementara dugaan aktor besar permainan biosolar disebut masih bebas bergerak. Dalam pertemuan tersebut, pihak Ditreskrimsus Polda Kalsel juga disebut sepakat menerima aspirasi masyarakat dan membuka ruang kerja sama dalam pemberantasan penyalahgunaan BBM subsidi serta aksi premanisme di SPBU.


Hasil pertemuan kemudian dituangkan dalam berita acara resmi yang ditandatangani di Kantor Ditreskrimsus Polda Kalsel, Banjarmasin.


Selain aparat kepolisian dan Babeh Aldo, sejumlah nama turut tercatat sebagai saksi, di antaranya Gazali Rahman, Guru Sugianor, Ahmad Junaidi Iwan, serta Aliansyah.


Kini publik menunggu sejauh mana keberanian aparat membongkar dugaan mafia biosolar yang selama ini menjadi bisik-bisik panjang di antrean SPBU Kalimantan Selatan.


Sebab bagi sopir kecil, persoalannya sederhana: solar subsidi makin sulit didapat, tetapi permainan di lapangan justru terasa semakin terang-terangan.



Wrinter chan 

Editor Cor 

Related Posts