![]() |
| Ilustrasi |
MEDIAWARTA.NET,BANJARMASIN — Polemik video viral yang diduga memperlihatkan aktivitas penyalahgunaan narkotika kembali memantik perhatian publik di Kalimantan Selatan. Kali ini, sorotan muncul dari akun bernama @babehaldoaje135 yang menyampaikan desakan agar Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, , memberikan klarifikasi terbuka kepada masyarakat.
Dalam unggahan di beranda TikToknya, akun tersebut menyebut sosok pria berinisial ALN yang diduga muncul dalam video viral itu pernah tercantum dalam pelantikan tenaga ahli tim monitoring dan evaluasi. Pernyataan itu kemudian memicu berbagai komentar dan asumsi di ruang publik.
“Buat Pak Hasnur Yadi, sedang itu bersama teman-temannya. Pelantikan tenaga ahli tim monitoring dan evaluasi, di situ ada nama berinisial ALN. Pak Hasnur kan orang dekatnya, kenapa tidak klarifikasi,” ujar akun tersebut dalam video yang beredar di media sosial (10/05/2026).
Akun @babehaldoaje135 juga menyinggung kedekatan Hasnuryadi dengan kalangan habaib dan masyarakat luas. Namun ia menegaskan bahwa kemiripan atau kedekatan tidak serta-merta dapat disamakan dengan keterlibatan.
“Supaya tidak ada asumsi di masyarakat. Hasnur kan dekat sama habaib dan masyarakat, mirip kan bukan berarti samakan,” lanjut pernyataan dalam video tersebut.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan maupun pihak terkait mengenai identitas pria dalam video viral tersebut. Aparat penegak hukum juga belum menyampaikan hasil verifikasi terkait keaslian video maupun dugaan aktivitas yang terjadi di dalam rekaman.
Dalam konteks pemberitaan, prinsip praduga tak bersalah tetap harus dijunjung. Informasi yang beredar di media sosial belum dapat dijadikan dasar kesimpulan tanpa proses verifikasi dan penyelidikan resmi dari pihak berwenang.
Meski demikian, derasnya perbincangan publik menunjukkan tingginya tuntutan masyarakat terhadap transparansi pejabat publik dan lingkungan terdekatnya, terutama dalam isu narkotika yang selama ini menjadi perhatian serius di Kalimantan Selatan.
Editor Cor

