MEDIAWARTA.NET BANJARMASIN — Aktivis sosial yang dikenal vokal di berbagai jejaring media sosial, Babeh Aldo, mengapresiasi langkah Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Krimsus) Polda Kalimantan Selatan yang mulai bergerak memberantas dugaan praktik premanisme di kawasan SPBU AKR Basirih, Banjarmasin.
Melalui jaringan media sosial miliknya, Babeh Aldo selama ini memang kerap menyoroti persoalan distribusi BBM subsidi, antrean kendaraan, hingga dugaan permainan oknum di sejumlah SPBU di Kalimantan Selatan.
Menurutnya, tindakan aparat kali ini menjadi sinyal bahwa praktik intimidasi dan dugaan penguasaan distribusi BBM oleh kelompok tertentu tidak bisa lagi dibiarkan tumbuh liar di lapangan.
“Ini langkah bagus. Kami apresiasi Krimsus Polda Kalsel karena sudah mulai memberantas premanisme di SPBU AKR Basirih,” ujar Babeh Aldo dari media sosialnya , Jumat (15/5/2026).
Ia menegaskan, dirinya bersama jaringan masyarakat dan relawan informasi akan terus membantu aparat penegak hukum mengungkap dugaan praktik-praktik yang merugikan masyarakat kecil.
“Kami akan terus memberikan informasi dan mendampingi pemberantasan premanisme. Semangat terus untuk Krimsus Polda Kalsel,” tegasnya.
Babeh Aldo juga mengingatkan agar penindakan tidak berhenti hanya di satu lokasi. Menurut dia, dugaan praktik serupa disebut masih terjadi di sejumlah daerah lain.
“Di daerah lain juga banyak, bang,” katanya.
Sorotan dari media sosial dan tekanan publik dinilai mulai membuka tabir persoalan yang selama ini ramai dibicarakan masyarakat, namun jarang tersentuh secara serius. Publik kini menunggu apakah langkah Krimsus Polda Kalsel benar-benar berlanjut hingga membongkar aktor-aktor yang diduga bermain di balik distribusi BBM subsidi.
Sebab bila penindakan hanya sebatas sidak dan seremonial, praktik lama dikhawatirkan akan kembali hidup begitu pengawasan mereda.
Wrinter chan
Editor Cor

