![]() |
| Istimewa |
MEDIAWARTA.NET BANJARBARU – Polda Kalimantan Selatan menjadikan peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sebagai momentum pelestarian budaya daerah. Melalui Lomba Madihin dan Hadrah yang digelar di Lapangan Murjani Banjarbaru pada Minggu (21/6/2026), kepolisian membuka ruang bagi seniman, budayawan, dan masyarakat untuk tampil bersama dalam satu panggung kebudayaan.
Sebanyak 37 peserta akan berkompetisi dalam lomba Madihin, terdiri dari 15 personel Polri dan 22 peserta dari masyarakat. Sementara pada kategori Hadrah, tercatat 17 grup ambil bagian, terdiri dari empat grup Polri dan 13 grup dari masyarakat.
Polda Kalsel menilai seni Madihin dan Hadrah bukan sekadar hiburan tradisional, melainkan identitas budaya masyarakat Banjar yang harus terus dijaga di tengah perkembangan zaman. Karena itu, peringatan Hari Bhayangkara tahun ini tidak hanya berfokus pada kegiatan seremonial, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat hubungan sosial dan budaya antara Polri dan masyarakat.
Kabid Propam Polda Kalsel, Kombes Pol Hery Purnomo, mengatakan pemilihan Madihin dan Hadrah sebagai cabang lomba merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam mendukung pelestarian budaya lokal.
“Hari Bhayangkara bukan hanya menjadi momentum bagi Polri untuk meningkatkan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga kesempatan untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan budaya daerah yang menjadi kebanggaan Kalimantan Selatan,” kata Hery.
Untuk menjaga kualitas kompetisi, panitia melibatkan dewan juri dari kalangan akademisi Universitas Lambung Mangkurat, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta tokoh seni budaya Kalimantan Selatan.
Selain memperebutkan piala dan piagam penghargaan, para peserta juga akan memperoleh uang pembinaan. Seluruh peserta diwajibkan mengenakan busana khas Banjar berupa sasirangan dan topi laung sebagai simbol kecintaan terhadap budaya daerah.
Panitia memperkirakan kegiatan akan dihadiri sekitar 603 undangan yang terdiri dari unsur Forkopimda, pejabat utama Polda Kalsel, peserta, panitia, serta tamu undangan lainnya. Kehadiran masyarakat yang beraktivitas di kawasan Car Free Day Lapangan Murjani juga diharapkan menambah semarak suasana.
Melalui lomba ini, Polda Kalsel ingin menunjukkan bahwa peringatan Hari Bhayangkara tidak hanya berbicara soal keamanan dan ketertiban, tetapi juga tentang menjaga warisan budaya yang menjadi jati diri masyarakat Banua.
Editor Cor


