-->

Polres Tabalong Kawal Pertumbuhan Jagung, Pastikan Program Ketahanan Pangan Tetap Berjalan

Redaksi
, Juni 17, 2026 WIB Last Updated 2026-06-17T09:44:28Z
---

 


MEDIAWARTA.NET TABALONG – Polres Tabalong terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Melalui jajaran Polsek, pemantauan dan pengecekan perkembangan tanaman jagung pasca tanam dilakukan secara rutin guna memastikan pertumbuhan tanaman berjalan optimal hingga memasuki masa panen.


Pada Rabu, 17 Juni 2026, personel Polsek Tanta dan Polsek Tanjung turun langsung ke lahan pertanian untuk memonitor kondisi tanaman jagung yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Tabalong.


Di Kecamatan Tanta, pengecekan dilakukan di lahan Kelompok Tani Panca Warga, Desa Padang Panjang RT 02. Kegiatan tersebut dipimpin Kanit Binmas Polsek Tanta Aiptu Yudho Triyanto bersama Kanit Samapta Polsek Tanta Aiptu Riza Hidayat.


Hasil pemantauan menunjukkan tanaman jagung pakan hibrida varietas RK 19 yang ditanam di lahan seluas tiga hektare tumbuh dalam kondisi baik. Lahan tersebut dikelola oleh Ketua Poktan Panca Warga, Maryoto, seluas satu hektare dan H. Mawardi seluas dua hektare.


Tanaman yang telah berumur sekitar 37 hari itu memiliki tinggi berkisar antara 50 hingga lebih dari 100 sentimeter. Petugas mencatat pertumbuhan tanaman merata, batang berkembang baik, serta kondisi lahan cukup mendukung proses budidaya.


Sistem budidaya yang diterapkan merupakan kombinasi pola monokultur dan tumpang sari. Ketersediaan air berasal dari tadah hujan dan aliran anak sungai yang diperkuat dengan penggunaan pompa air dan jaringan pipa. Dengan kondisi tersebut, panen diperkirakan berlangsung pada September 2026.


Sementara itu, di Desa Sei Pimping, Kecamatan Tanjung, personel Polsek Tanjung melakukan pemantauan terhadap tanaman jagung hibrida RK 19 yang dikelola petani bernama Sahrani di lahan seluas satu hektare.


Dari hasil pengecekan, tanaman jagung terpantau tumbuh normal dan masih berada dalam tahap perawatan. Lahan menggunakan pola tanam monokultur dengan sumber pengairan mengandalkan tadah hujan dan sumur. Panen diperkirakan berlangsung pada Oktober 2026, meski potensi hasil panen belum dapat dihitung karena tanaman masih dalam fase pertumbuhan.


Petugas juga mencatat sejumlah tantangan yang dihadapi petani, terutama ketergantungan terhadap curah hujan sebagai sumber utama pengairan. Selain itu, pengawasan terhadap potensi serangan hama dinilai perlu ditingkatkan agar produktivitas tanaman tetap terjaga.


Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo J., melalui Kasi Humas Polres Tabalong IPTU Heri Siswoyo mengatakan keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan merupakan bentuk dukungan nyata terhadap kebijakan pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan nasional.


“Melalui pemantauan dan pendampingan yang dilakukan secara berkala, perkembangan tanaman dapat terpantau dengan baik sehingga kendala di lapangan bisa segera diidentifikasi dan ditangani bersama. Polres Tabalong bersama jajaran Polsek akan terus mendukung petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian demi memperkuat ketahanan pangan nasional,” kata Heri.


Ia menegaskan, keberhasilan program ketahanan pangan tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi antara Polri, pemerintah daerah, kelompok tani, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga di Kabupaten Tabalong.



Komentar

Tampilkan

Terkini