-->

Polres Tanah Laut Dorong Pekarangan Produktif, Penilaian P2B Jadi Instrumen Tekan Ketergantungan Pangan

Redaksi
, Juni 19, 2026 WIB Last Updated 2026-06-19T03:10:53Z
---

 

istimewa 


MEDIAWARTA.NET,TANAH LAUT — Polres Tanah Laut mendorong pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan bergizi melalui penilaian program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B), Kamis, 18 Juni 2026. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat kemandirian pangan di tingkat rumah tangga sekaligus mengikat kembali relasi kerja antara polisi dan warga.


Tim Satuan Binmas menyasar tiga titik, yakni kawasan Trans Desa Kayu Abang RT 05 Kecamatan Tambang Ulang, Desa Padang Luas RT 05 Kecamatan Kurau, serta Desa Nusa Indah RT 04 Kecamatan Bati-Bati. Di lokasi tersebut, petugas memeriksa langsung pemanfaatan lahan, ragam tanaman yang ditanam, hingga konsistensi warga dalam mengelola pekarangan.


Penilaian tidak berhenti pada aspek administratif. Aparat juga berdialog dengan warga, menggali kendala, sekaligus mendorong keberlanjutan produksi pangan skala rumah tangga yang selama ini kerap terhambat oleh minimnya pendampingan.


Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan mengatakan, P2B bukan sekadar program seremonial, melainkan instrumen konkret untuk menekan ketergantungan pangan dari luar daerah. “Kami ingin masyarakat memaksimalkan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga. Ini bukan hanya soal ketahanan pangan, tapi juga kesejahteraan,” ujarnya.


Ia menilai, optimalisasi lahan sempit dapat berdampak langsung pada kualitas gizi keluarga dan pengeluaran rumah tangga. Di sisi lain, keterlibatan Polri dalam program ini disebut sebagai bagian dari pendekatan non-represif yang menitikberatkan pada pemberdayaan.


Program P2B menjadi salah satu respons terhadap tantangan ketahanan pangan yang kian kompleks. Dengan mendorong produksi dari tingkat paling kecil, Polres Tanah Laut berharap tercipta pola konsumsi mandiri yang tidak mudah terguncang oleh fluktuasi pasokan.


Dorongan ini masih menyisakan pekerjaan rumah: memastikan program tidak berhenti pada penilaian semata, melainkan berlanjut menjadi gerakan kolektif yang konsisten di tengah masyarakat.


Editor cor

Komentar

Tampilkan

Terkini