-->

Polisi Gencarkan Perang Melawan Destructive Fishing, Warga Pesisir Tanah Laut Diingatkan Ancaman Pidana

Redaksi
, Juli 30, 2026 WIB Last Updated 2026-07-30T05:22:31Z
---

 

Istimewa 


MEDIAWARTA.NET, Tanah Laut — Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Tanah Laut menggencarkan upaya pencegahan praktik destructive fishing dengan menggelar sosialisasi pengawasan sumber daya perikanan di Balai Desa Damar Lima, Kecamatan Batu Ampar, Kamis (30/7/2026). Langkah ini dilakukan untuk menekan praktik penangkapan ikan ilegal yang merusak ekosistem laut sekaligus meningkatkan kesadaran hukum masyarakat pesisir.


Kegiatan dipimpin Kasat Polairud Polres Tanah Laut Iptu Alamsyah Sugiharto, S.H., dan dihadiri personel Sat Polairud, Bhabinkamtibmas Desa Damar Lima, Kepala Bidang Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Tanah Laut beserta jajaran, Penyuluh Perikanan Kecamatan Batu Ampar, Kepala Desa Damar Lima, serta masyarakat setempat.


Dalam pemaparannya, Iptu Alamsyah menegaskan praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak, racun, maupun alat tangkap terlarang bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga menghancurkan habitat laut dan mengancam keberlangsungan sumber daya perikanan.


Ia menjelaskan berbagai ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perikanan, termasuk ancaman pidana bagi pelaku penangkapan ikan secara ilegal yang merusak lingkungan.


Menurutnya, perlindungan sumber daya perikanan tidak dapat dilakukan aparat semata. Peran aktif masyarakat pesisir menjadi kunci dalam menghentikan praktik yang mengancam kelestarian laut.


Karena itu, Sat Polairud mengajak warga tidak menggunakan bahan peledak, racun, maupun alat tangkap yang dilarang serta segera melaporkan kepada kepolisian apabila menemukan aktivitas penangkapan ikan yang berpotensi merusak ekosistem perairan.


Sosialisasi berlangsung tertib dan mendapat respons positif dari masyarakat. Polres Tanah Laut berharap kolaborasi antara kepolisian, Dinas Perikanan, pemerintah desa, dan masyarakat terus diperkuat demi menjaga perairan Tanah Laut tetap lestari, produktif, dan berkelanjutan.


Editor Cor 

Komentar

Tampilkan

Terkini