![]() |
| Istimewa |
MEDIAWARTA.NET,BANJARMASIN — Ribuan jamaah membanjiri kawasan Kompleks Makam Sultan Suriansyah, Kuin Utara, Banjarmasin, Sabtu (15/8/2026), memperingati Haul ke-500 Sultan Suriansyah. Untuk mengawal lautan jamaah tersebut, Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Riza Muttaqin turun langsung memimpin pengamanan dengan mengerahkan ratusan personel di jalur darat hingga sungai.
Haul ke-500 bukan sekadar agenda tahunan. Nama Sultan Suriansyah melekat dalam sejarah Kesultanan Banjar dan menjadi bagian penting dari denyut religius serta kebudayaan masyarakat Banua. Karena itu, arus manusia yang terkonsentrasi di kawasan makam mendapat pengawalan ketat sejak sore.
“Kami mengerahkan ratusan personel untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para jamaah yang hadir di Haul ke-500 pendiri dan raja pertama Kesultanan Banjar,” ujar Riza.
Personel ditempatkan di titik-titik strategis. Akses masuk, kawasan parkir, lingkungan kompleks makam hingga jalur yang menjadi lintasan jamaah dipantau. Pengamanan terbuka dipadukan dengan pengamanan tertutup untuk mengantisipasi gangguan keamanan di tengah padatnya kerumunan.
Polresta Banjarmasin bahkan mengerahkan kendaraan air. Jalur sungai yang menjadi salah satu akses menuju kawasan Kuin turut dijaga untuk memastikan pergerakan jamaah tetap aman.
“Termasuk kami mengerahkan kendaraan air untuk pengamanan jalur di sungai,” kata Riza.
Di tengah kepadatan massa, Kapolresta mengingatkan jamaah agar tidak membawa barang secara berlebihan dan tidak mengabaikan instruksi petugas. Ketertiban jamaah menjadi kunci agar peringatan haul berlangsung khidmat tanpa terseret persoalan keamanan.
Pengamanan itu sekaligus menjadi pertaruhan pelayanan kepolisian di tengah salah satu momentum keagamaan dan kebudayaan paling besar di kawasan Banua. Polisi tidak hanya berdiri sebagai penjaga pagar dan jalan, tetapi memastikan ribuan orang dapat beribadah dan berziarah tanpa rasa cemas.
“Ini adalah bentuk komitmen Polri, khususnya Polresta Banjarmasin, ‘Kayuh Baimbai Jaga Banua, Bersama Kita Wujudkan’ dalam menjaga kegiatan keagamaan dan kearifan lokal di Banua,” tutur Riza.
Haul ke-500 Sultan Suriansyah pun menjadi panggung perjumpaan sejarah, agama dan masyarakat. Di tengah derasnya arus jamaah menuju Kuin, aparat memastikan satu hal: tradisi besar Banua harus tetap berjalan dalam suasana aman, tertib dan bermartabat.
Editor Cor


