![]() |
| Istimewa |
MEDIAWARTA.NET, TANAH LAUT — Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K., menjadi narasumber dalam Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Politeknik Negeri Tanah Laut Tahun Akademik 2026/2027 di Kampus Politeknik Negeri Tanah Laut, Senin, 10 Agustus 2026. Ia mengajak mahasiswa baru membangun karakter tangguh, adaptif, berintegritas, dan siap bersaing di tengah perubahan teknologi serta tantangan global.
Dalam kegiatan itu, Ricky mengusung tema “Berdampak Tanpa Batas: Berkolaborasi Membangun Jiwa Vokasi yang Tangguh, Adaptif dan Berdaya Saing Global.”
Di hadapan mahasiswa baru, Ricky menekankan bahwa kemampuan akademik saja tidak cukup untuk menghadapi dunia yang bergerak cepat. Mahasiswa dituntut memiliki karakter kuat, kemampuan berpikir kritis, penguasaan teknologi, serta keberanian berkolaborasi.
Pesan itu tidak berhenti sebagai teori. Ricky membagikan pengalaman selama menjalankan tugas di Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri. Pengalaman tersebut menjadi gambaran tentang bagaimana teknologi mengubah wajah kejahatan sekaligus memaksa aparat penegak hukum terus beradaptasi.
Menurut dia, perkembangan kejahatan siber menuntut sumber daya manusia yang tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga mampu membaca persoalan secara kritis dan mengambil keputusan secara tepat.
Ricky juga membawa pengalaman dari panggung internasional. Ia pernah mendapat amanah sebagai interogator Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam misi perdamaian di Sudan Selatan.
Pengalaman itu menunjukkan bahwa kemampuan beradaptasi tidak mengenal batas wilayah. Perbedaan budaya, lingkungan kerja, dan karakter manusia menuntut kemampuan komunikasi serta kerja sama yang kuat.
«“Setiap pengalaman dalam perjalanan tugas memberikan pelajaran. Yang terpenting adalah bagaimana kita mampu beradaptasi, terus belajar, membangun komunikasi dan memberikan dampak positif di mana pun kita berada,” kata Ricky kepada mahasiswa.»
Ia meminta mahasiswa baru tidak terjebak pada orientasi nilai akademik semata. Pendidikan, kata dia, harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter, peningkatan kompetensi, kreativitas, dan keberanian mengambil peran di tengah persoalan masyarakat.
Mahasiswa vokasi, menurut Ricky, memiliki posisi strategis karena dibekali keterampilan yang dapat langsung bersentuhan dengan kebutuhan dunia kerja. Namun, keterampilan tersebut harus ditopang integritas dan kemampuan bekerja bersama.
“Mahasiswa adalah bagian dari generasi penerus yang memiliki potensi besar untuk menjadi sumber daya manusia unggul apabila mampu memadukan ilmu pengetahuan, keterampilan, karakter, dan semangat kolaborasi,” ujarnya.
Kehadiran Kapolres Tanah Laut dalam PKKMB itu menjadi ruang pertemuan antara pengalaman lapangan dan dunia akademik. Mahasiswa baru didorong tidak sekadar menjadi pencari kerja, tetapi menjadi generasi yang mampu menciptakan solusi dan memberi dampak bagi masyarakat.
Pesan Ricky sederhana: perubahan tidak cukup diikuti. Mahasiswa harus mampu menjadi bagian dari perubahan itu sendiri—dengan kompetensi, karakter, dan keberanian untuk mengambil peran.
Editor Cor


