![]() |
| Foto doc istimewa |
MEDIAWARTA.NET,BANJARMASIN — Pekerjaan fisik di tepi Sungai Kuin–Antasan, tepat di bawah Jembatan Sulawesi II atau Jembatan Masjid Jami, Jalan Sulawesi, Kelurahan Pasar Lama, Banjarmasin Tengah, ditegaskan sebagai kegiatan resmi pemerintah. Papan nama proyek yang tidak terlihat saat pengambilan gambar disebut hanya dilepas sementara untuk menyesuaikan tahapan teknis pekerjaan.
Pekerjaan tersebut meliputi pasangan batu dan urugan di bibir sungai. Tidak terlihatnya papan informasi sempat memunculkan pertanyaan mengenai identitas dan pelaksanaan pekerjaan.
Namun, Kharina Rahmi, S.T., Kabid Sungai yang akrab disapa Emmy, menjelaskan papan nama pekerjaan sebenarnya telah dipasang sejak awal pelaksanaan. Papan tersebut kemudian dilepas sementara karena menyesuaikan mekanisme dan tahapan pekerjaan agar tidak mengganggu aktivitas teknis di lokasi saat di konfirmasi melalui via WhatsApp (12/08/2026).
Ia mengatakan papan tersebut sempat dicopot ketika pekerjaan memasuki tahap pemancangan galam dan pemasangan batu.
“Kemarin itu sempat dicopot sementara pas mau memancang galam dan memasang batunya di situ,” ujarnya.
Menurut Kharina, tidak adanya papan nama saat pengambilan gambar bukan berarti pekerjaan tersebut tidak memiliki papan informasi atau merupakan proyek siluman.
“Jadi, tidak adanya papan nama pada saat dilakukan pengambilan gambar bukan berarti pekerjaan tersebut tidak memiliki papan informasi atau merupakan proyek siluman,” ujarnya.
Ia menegaskan pekerjaan tersebut merupakan kegiatan resmi yang dilaksanakan melalui mekanisme pengadaan pemerintah serta memiliki dokumen dan administrasi pekerjaan yang jelas.
Kharina mengatakan Dinas PUPR tetap berkomitmen terhadap keterbukaan informasi kepada masyarakat. Papan nama pekerjaan dinilai penting sebagai sarana informasi publik.
“Karena itu, kami akan memastikan papan nama tersebut kembali dipasang pada posisi yang aman dan mudah terlihat oleh masyarakat selama pekerjaan berlangsung,” katanya.
Dengan penjelasan tersebut, ketiadaan papan informasi di lokasi disebut hanya bersifat sementara karena kebutuhan teknis pekerjaan. Pihak Dinas PUPR memastikan papan nama akan kembali dipasang agar informasi kegiatan dapat diakses masyarakat selama pekerjaan berlangsung.
Wrinter Chan
Editor Cor


