-->

Karhutla Dicegah dari Sekolah, 250 Pelajar Tapin Didorong Jadi Garda Terdepan

Redaksi
, September 03, 2026 WIB Last Updated 2026-09-03T11:06:24Z
---

 

Istimewa 


MEDIAWARTA.NET,TAPIN — Sebanyak 250 pelajar SMA Negeri 1 Rantau, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, mendapat edukasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Perwira Siswa (Pasis) Sesko TNI Dikreg 56 Tim 2 pada Kamis, 3 September 2026. Langkah itu ditempuh untuk membangun kesadaran generasi muda agar pencegahan kebakaran tak selalu menunggu api membesar.


Kegiatan tersebut dipimpin Kadep Manajemen Sesko TNI Marsma Syaid Haryana. Para siswa dibekali pemahaman mengenai penyebab karhutla, langkah pencegahan dini, penanganan ketika kebakaran terjadi, hingga dampaknya terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat.


“Kami ingin memberikan pemahaman kepada generasi muda agar mereka tidak hanya mengetahui bahaya karhutla, tetapi juga memahami bagaimana melakukan pencegahan sejak dini,” ujar Syaid.


Menurut dia, sekolah menjadi salah satu titik penting untuk memutus mata rantai karhutla. Pengetahuan yang diterima pelajar diharapkan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi dibawa pulang ke keluarga dan lingkungan sekitar.


Para siswa juga didorong menjadi agen sosialisasi pencegahan karhutla di tengah masyarakat. Mereka diperkenalkan pada berbagai risiko kebakaran, mulai dari kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan akibat asap, hingga lumpuhnya aktivitas sosial dan ekonomi.


Bagi Pasis Sesko TNI, pendekatan edukasi merupakan bagian dari strategi pencegahan yang tak kalah penting dibandingkan operasi pemadaman. Sebab, mengandalkan pemadam ketika api sudah meluas hanya membuat penanganan semakin berat.


Bongkar Persoalan dari Pemerintah hingga Lahan Kosong


Usai memberikan edukasi di sekolah, Tim 2 Pasis Sesko TNI Dikreg 56 melanjutkan agenda dengan menggali persoalan karhutla langsung dari Pemerintah Kabupaten Tapin.


Audiensi berlangsung di Kantor Bupati Tapin dan dihadiri Bupati Tapin H Yamani, Wakil Bupati H Juanda, Dandim 1010 Tapin Letkol Inf Dimas Yamma Putra, Kepala BPBD Kabupaten Tapin H M. Noor, serta jajaran Pasis Sesko TNI Dikreg 56.


Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk mengumpulkan data, pengalaman lapangan, serta berbagai kendala yang dihadapi pemerintah daerah dalam mencegah dan menangani karhutla.


“Kami mendapatkan berbagai masukan dan data dari pemerintah daerah yang nantinya akan menjadi bahan kajian. Hasil kajian tersebut diharapkan dapat memberikan masukan dan saran kepada pimpinan sebagai bahan pertimbangan dalam penanganan karhutla ke depan,” kata Syaid.


Persoalan kemudian dilihat dari sisi pengelolaan lahan. Pasis Sesko TNI mengunjungi Kantor BPN Kabupaten Tapin dan diterima Kasi 2 Penetapan Hak dan Pendaftaran, Ahdi Fahtoni, bersama staf.


Salah satu isu yang menjadi perhatian ialah keberadaan lahan kosong di sekitar permukiman. Persoalan semakin rumit ketika pemilik lahan tinggal di luar daerah sehingga pengawasan dan pemeliharaan lahan berpotensi terabaikan.



Pasis menekankan bahwa status kepemilikan tidak boleh menghapus tanggung jawab terhadap kondisi lahan. Pemilik tetap perlu memastikan lahannya terawat dan tidak berubah menjadi sumber bahaya bagi lingkungan sekitar.



“Pemilik lahan juga perlu dilibatkan dalam upaya pencegahan. Jangan sampai lahan kosong yang berada di sekitar permukiman justru tidak terurus dan kemudian menjadi titik rawan kebakaran,” ujar Syaid.




Rangkaian kegiatan di Tapin itu menunjukkan bahwa perang terhadap karhutla tidak cukup mengandalkan mobil pemadam, selang, dan personel di lapangan. Pencegahan harus dimulai sebelum asap mengepul dan api menjalar.



Sekolah, pemerintah daerah, aparat, pemilik lahan, hingga masyarakat memiliki peran dalam memutus potensi munculnya titik api. Edukasi kepada generasi muda menjadi salah satu pintu masuk untuk membangun kesadaran tersebut secara berkelanjutan.



Pasis Sesko TNI Dikreg 56 kini mengumpulkan berbagai temuan dan masukan di lapangan sebagai bahan kajian. Tujuannya bukan sekadar memadamkan kebakaran, melainkan mencari cara agar api tidak mendapat kesempatan untuk membesar.

Editor Ahm 

Komentar

Tampilkan

Terkini