-->

Polres Tanah Laut Perketat Perburuan Titik Api, Karhutla Dibidik dari Hulu hingga Penindakan

Redaksi
, September 03, 2026 WIB Last Updated 2026-09-03T06:32:25Z
---

 


MEDIAWARTA.NET,TANAH LAUT — Polres Tanah Laut, Polda Kalimantan Selatan, memperketat pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tanah Laut selama musim kemarau. Patroli, pemantauan titik panas, pengecekan lapangan, edukasi warga hingga penegakan hukum digencarkan untuk mencegah api meluas dan menekan potensi kebakaran berulang.



Langkah itu dilakukan jajaran Polres dan Polsek di wilayah hukum Polres Tanah Laut dengan pendekatan berlapis: preventif, preemtif, hingga represif.



Personel dikerahkan menyisir kawasan yang dipetakan rawan karhutla. Setiap informasi mengenai titik panas atau kebakaran lahan ditindaklanjuti dengan ground check untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.



Patroli tidak berhenti pada pemantauan. Polisi juga mendatangi masyarakat melalui patroli dialogis dan sosialisasi. Warga diingatkan agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga diminta segera melapor jika menemukan titik api agar kebakaran dapat dipukul sebelum menjalar.



Spanduk dan imbauan pencegahan karhutla dipasang di sejumlah kawasan rawan. Polisi menjelaskan bahwa kebakaran bukan sekadar persoalan lahan yang hangus. Asapnya dapat mengganggu kesehatan, mencemari udara, menghambat aktivitas masyarakat, sekaligus merusak lingkungan.



Saat kebakaran terjadi, personel melakukan pengecekan hotspot dan Tempat Kejadian Perkara (TKP). Polisi memastikan keberadaan titik api, mengukur kondisi serta luasan lahan terdampak, dan menelusuri kemungkinan penyebab kebakaran.



Jika ditemukan indikasi tindak pidana, Satreskrim Polres Tanah Laut akan bergerak melakukan penyelidikan dan penyidikan. Penegakan hukum menjadi bagian penting untuk memutus anggapan bahwa pembakaran lahan dapat dilakukan tanpa konsekuensi.



Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K. mengatakan penanganan karhutla tidak mungkin dibebankan kepada polisi seorang diri. Pencegahan membutuhkan keterlibatan pemerintah, aparat, perusahaan, hingga masyarakat.



“Kami terus mengoptimalkan patroli, monitoring hotspot, pengecekan lapangan, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan Karhutla. Kami juga memperkuat koordinasi dengan seluruh stakeholder agar setiap kejadian dapat ditangani dengan cepat dan tepat.”


Koordinasi diperkuat bersama Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, BPBD, TNI, Manggala Agni, perusahaan, pemerintah desa, dan unsur terkait lainnya. Sinergi tersebut diarahkan agar respons terhadap kebakaran tidak terlambat dan penanganan di lapangan berjalan terpadu.



Di tengah kepungan asap, keselamatan personel juga menjadi perhatian. Petugas yang bekerja di lokasi terdampak kabut asap diingatkan menggunakan masker dan menjaga kondisi fisik selama menjalankan tugas.



Ricky mengajak masyarakat Tanah Laut tidak menjadi penonton ketika api mulai muncul. Laporan cepat dinilai penting untuk mencegah titik api berubah menjadi kebakaran yang sulit dikendalikan.



“Mari kita cegah Karhutla bersama. Segera laporkan apabila melihat adanya titik api atau kebakaran lahan kepada pihak berwenang, sehingga dapat segera dilakukan penanganan dan tidak meluas.”



Polres Tanah Laut menyatakan akan terus memantau wilayah rawan, merespons laporan kebakaran, mengedukasi masyarakat dan memproses secara hukum setiap peristiwa yang memenuhi unsur pidana. Bagi polisi, mencegah api sejak awal jauh lebih murah daripada membiarkannya berubah menjadi bencana.

Komentar

Tampilkan

Terkini