![]() |
| Istimewa |
MEDIAWARTA.NET, Tanah Laut — Suasana di Asam-asam, Senin (28/7/2025), berubah menjadi panggung suara rakyat. Ratusan warga yang tergabung dalam aksi damai memadati halaman kantor PT Arutmin. Mereka membawa satu pesan yang sama: keadilan atas lahan milik Ibu Sanawiyah yang selama ini digunakan oleh perusahaan, namun tanpa penyelesaian yang jelas dan adil.
Di balik aksi ini, terlihat pula kekuatan solidaritas yang kuat. Watch Relation Corruption (WRC) PAN RI Kalimantan Selatan dan Dewan Adat Dayak (DAD) Kalsel hadir memberi dukungan penuh. Tak hanya itu, berbagai elemen adat dan masyarakat sipil seperti Bakormad, ADKAB, serta GEPAK Kalsel turut bersuara, menguatkan posisi warga Kintap dalam memperjuangkan haknya.
Kehadiran massa bukan tanpa peringatan. Sebelumnya, laporan telah diajukan, dan spanduk-spanduk peringatan dipasang—namun pihak perusahaan dianggap bungkam, tak memberi respon yang memadai. Ketegangan sempat menguat sebelum akhirnya tercapai satu titik: mediasi.
Dalam pertemuan itu, PT Arutmin meminta waktu 15 hari untuk menindaklanjuti dan menyelesaikan sengketa. Namun, permintaan ini dipandang terlalu lama oleh massa, yang khawatir akan adanya pengulur-uluran waktu. Seruan untuk mempersingkat tenggat terus menggema di tengah aksi.
Ketua DAD Kalsel, Abdul Kadir, menegaskan bahwa dukungan yang diberikan bukan semata simbolik.
"Kami dari 13 kabupaten/kota turun langsung bersama lembaga-lembaga adat untuk menjaga kepentingan masyarakat. DAD hadir untuk menjaga agar konflik tidak meluas, namun hak-hak warga tetap dihormati," ujarnya.
Sementara itu, Jayadi dari WRC PAN RI menyebut bahwa kesepakatan waktu 15 hari harus menjadi bukti komitmen PT Arutmin dalam menyelesaikan persoalan.
"Kami berharap itikad baik benar-benar ditunjukkan. Tapi jika tidak, jangan salahkan warga bila lahan tersebut kembali diduduki," tegasnya.
Kini, masyarakat menanti. Lima belas hari ke depan menjadi penanda: apakah suara mereka didengar, atau justru diabaikan. Di tengah ketegangan dan harapan, langkah PT Arutmin akan menjadi cermin tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat sekitar.
Editor redaksi


