-->

Mahasiswa Kalsel Tunjukkan Jalan Damai, Demokrasi Tanpa Luka

Redaksi
, September 01, 2025 WIB Last Updated 2025-09-01T12:33:33Z
---
Istimewa 



MEDIAWARTA.NET, Banjarmasin – Ribuan mahasiswa Kalsel turun ke jalan. Mereka membawa spanduk, poster, dan suara lantang. Tapi tidak ada kaca pecah, tidak ada asap terbakar. Yang ada hanyalah orasi yang mengguncang, namun tetap beradab.


Sejak awal, mahasiswa sudah mengunci niat: aksi ini harus damai. Mereka melakukan sweeping peserta, menolak penyusup, dan memastikan tak ada barang terlarang yang bisa memicu kericuhan. “Kami datang untuk bersuara, bukan untuk rusuh,” tegas salah satu koordinator (01/09/2025).


Di depan Gedung DPRD Kalsel, teriakan keras membahana. “Supian mana? Supian mana?”—sebuah sindiran sekaligus tuntutan agar Ketua DPRD Supian HK tidak hanya duduk manis di kursinya. Dan akhirnya, Supian muncul. Bersama Kapolda Kalsel dan Danrem 101/Antasari, ia menemui massa. Sebuah langkah yang jarang dilakukan pejabat, tapi justru itulah yang meredam panas.


Aspirasi mahasiswa pun diterima. Komitmen ditandatangani. Massa puas, namun tetap kritis. Karena bagi mereka, janji di atas kertas hanyalah awal, bukan akhir.


Aksi berakhir damai. Massa bubar dengan tertib, sebagian bahkan diiringi shalawat. Sebuah penutup yang kontras dengan citra demonstrasi penuh amarah di tempat lain.


Hari ini, Banua memberi pelajaran penting: suara bisa lantang tanpa harus melukai, perlawanan bisa keras tanpa harus merusak.



Editor redaksi 

Komentar

Tampilkan

Terkini