![]() |
| Ipda Satyabharda |
MEDIAWARTA.NET,BANJARMASIN – Satlantas Polresta Banjarmasin meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan di tengah maraknya balap liar serta pelanggaran lalu lintas yang melibatkan pelajar. Kasat Lantas Polresta Banjarmasin AKP Denny Maulana Saputra melalui Kasatgas Preemtif Ipda Satyabharda menegaskan bahwa tiga langkah inti—preemtif, preventif, dan represif—kini dijalankan lebih agresif (28/11/2025).
Ipda Satyabharda mengungkapkan bahwa pendekatan preemtif menjadi prioritas utama dalam mengurangi pelanggaran sejak hulu.
“Setiap hari sebelum operasi, kami rutin masuk ke sekolah-sekolah—minimal tiga sekolah per hari. Kami juga menyasar perusahaan logistik, angkutan barang, hingga instansi pemerintah. Keselamatan berkendara harus ditanamkan dari awal,” jelasnya.
Namun kondisi lapangan berbicara lebih keras: balap liar kembali merebak, khususnya di Jalan Lingkar Selatan. Adu kecepatan yang dilakukan remaja ini disebut kian meresahkan dan berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal.
“Kami mendapat laporan adanya aktivitas balap liar. Saat kami datangi, terbukti benar. Kami bubarkan, lakukan tindakan, dan membagikan selebaran imbauan. Mereka harus sadar, satu kesalahan dalam kecepatan tinggi bisa mengakhiri nyawa,” tegas Satyabharda.
Satyabharda juga menyoroti pelajar yang nekat mengendarai motor tanpa memiliki SIM. Menurutnya, risiko yang mereka tanggung sangat besar.
“Pelajar tanpa SIM itu berbahaya. Jika terjadi kecelakaan, tidak ada jaminan Jasa Raharja yang melindungi. Mereka rugi sendiri, dan sering kali tidak menyadari betapa fatalnya konsekuensi ini,” ujarnya.
Untuk langkah preventif, peningkatan patroli dilakukan di titik-titik rawan, terutama lokasi keramaian dan jalur yang kerap dijadikan arena kecepatan tinggi. Sedangkan represif diterapkan ketika edukasi dan imbauan tidak lagi digubris.
“Penindakan kami bukan sekadar formalitas. Ini bagian dari upaya menyelamatkan masyarakat. Ketertiban di jalan bukan hanya soal aturan, tapi soal nyawa,” tutupnya.
Wrinter chan
Editor Cor

