![]() |
| Istimewa |
MEDIAWARTA.NET, BANJARBARU -Nama Rosyanto Yudha Hermawan kian lekat di ruang publik Kalimantan Selatan sejak ia dipercaya memimpin Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan. Gaya kepemimpinannya tak semata menitikberatkan pada stabilitas keamanan dan ketertiban, tetapi juga bergerak masuk ke ruang-ruang sosial yang langsung menyentuh warga (16/02/2026
Perwira tinggi Polri kelahiran 26 Februari 1970 itu merupakan lulusan Akademi Kepolisian 1992. Kariernya menanjak konsisten. Pada November 2023 ia dipercaya menjabat Wakapolda Kalimantan Selatan dengan pangkat Brigadir Jenderal. Setahun berselang, ia naik pangkat menjadi Inspektur Jenderal dan resmi memimpin Polda Kalsel.
Sejak awal masa jabatannya, pendekatan humanis menjadi garis tebal kepemimpinannya. Saat banjir merendam sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan, ia turun langsung ke lapangan—menyapa warga, memastikan distribusi bantuan, sekaligus memberi dukungan moral. Kehadiran orang nomor satu di jajaran Polda itu di tengah genangan air memberi pesan sederhana: negara hadir.
Namun langkahnya tak berhenti pada respons darurat. Ia juga mengakselerasi dukungan terhadap program strategis nasional, termasuk kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pemenuhan gizi anak sekolah. Dukungan itu diterjemahkan dalam inisiatif konkret berbasis institusi kepolisian—dari penyediaan pangan hingga penguatan program sosial.
Salah satu terobosan yang menyedot perhatian muncul dalam forum daring saat peresmian SPPG dan Gudang Ketahanan Pangan. Di hadapan Presiden melalui Zoom Meeting, Kapolda memaparkan pengembangan pusat logistik pangan modern di Kalsel. Fasilitas itu tak hanya memproduksi ribuan porsi makanan setiap hari, tetapi juga mengelola limbah secara ramah lingkungan. Sisa bahan pangan diolah menjadi pupuk—menciptakan siklus yang berkelanjutan.
Perhatian terhadap pendidikan pun menjadi prioritas. Melalui program peternakan sapi yang dikelola institusi kepolisian, hasilnya dialokasikan membantu biaya kuliah mahasiswa yang terancam putus studi. Skema ini memperluas makna pengabdian kepolisian: menjaga keamanan sekaligus menjaga masa depan generasi muda.
Serangkaian inisiatif tersebut menegaskan satu hal: kepemimpinan kepolisian bisa melampaui fungsi koersifnya. Di Kalimantan Selatan, Kapolda tak hanya berdiri sebagai penjaga stabilitas, tetapi juga tampil sebagai motor penggerak program kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat.
Editor Cor

