;head> https://schema.org Tawuran Remaja Digagalkan, 11 Anak Diamankan di Dua Titik Banjarbaru

test

Tawuran Remaja Digagalkan, 11 Anak Diamankan di Dua Titik Banjarbaru

Redaksi
Rabu, 25 Februari 2026

 


Banjarbaru — Aksi tawuran antar kelompok remaja di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, berhasil digagalkan Tim Patroli Raimas Direktorat Samapta . Sebanyak 11 remaja diamankan sebelum bentrokan terjadi.


Peristiwa itu berlangsung di dua lokasi berbeda pada Jumat (20/2/2026) pagi, yakni di Jalan Karang Anyar I, dekat SMPN 9 Banjarbaru, Kelurahan Loktabat Utara, Kecamatan Banjarbaru Utara, serta di kawasan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin.


Kepala Bidang Humas Kombes Pol Adam Erwindi mengatakan, pengungkapan berawal dari laporan warga yang resah melihat kerumunan mencurigakan. Tim Raimas yang dipimpin Iptu Fannan langsung bergerak ke lokasi.


“Tim kami langsung bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat. Di dua lokasi kami mendapati sekelompok pemuda yang diduga hendak melakukan tawuran. Mereka langsung kami amankan beserta sejumlah barang bukti,” ujar Adam, Selasa (24/2/2026).



Dari tangan para remaja itu, polisi menyita lima sepeda motor, tiga bilah senjata tajam jenis parang dan celurit panjang, satu gergaji besar, serta tujuh telepon genggam. Senjata-senjata tersebut diduga akan digunakan dalam aksi saling serang.



Sebelas remaja yang diamankan masing-masing berinisial FD, AF, NA, MS, DA, AL, MN, GI, AN, MD, dan MR. Mereka kemudian dibawa ke untuk pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut. Dari jumlah tersebut, 10 orang masih di bawah umur dan satu orang telah dewasa.



Berdasarkan pemeriksaan awal, mereka tergabung dalam tiga kelompok berbeda: Independen, Tome, dan GT (Gudang Tengah). Ketiganya diduga telah bersepakat untuk melakukan tawuran.



Karena mayoritas pelaku masih anak-anak, kepolisian menempuh langkah pembinaan. Orang tua para remaja dipanggil dan diminta membuat surat pernyataan penjaminan dengan disaksikan Ketua RT, tokoh masyarakat, guru sekolah, serta Bhabinkamtibmas.


Sebelum dipulangkan, para remaja mendapat pembinaan langsung dari jajaran . Kasat Intelkam AKP Indra Wahyu Wibowo menegaskan pentingnya peran keluarga dalam mencegah kenakalan remaja.


“Momen Ramadan seharusnya diisi dengan kegiatan positif. Kami mengingatkan para orang tua agar meningkatkan pengawasan, terutama pada malam hari, supaya anak-anak tidak terlibat tawuran maupun tindak pidana lainnya,” kata dia.


Polisi memastikan langkah preventif akan terus diperkuat, terutama selama bulan suci Ramadan, guna menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di Banjarbaru.


Editor redaksi 

Related Posts