MEDIAWARTA.NET,BANJARMASIN — Tirai motif di balik pembunuhan di kawasan Sungai Jingah akhirnya tersingkap. Polisi menyebut sakit hati yang dipicu emosi dan diperparah alkohol menjadi alasan utama RS (24) menghabisi nyawa A (29).
Pelaksana Harian Kapolresta Banjarmasin, , memaparkan hal itu dalam keterangan kepada wartawan di Mapolresta, Selasa siang, 7 April 2026. Menurut dia, pelaku dan korban bukan orang asing satu sama lain.
“Pelaku dan korban saling mengenal. Ada persoalan pribadi yang menimbulkan sakit hati,” ujar Timbul. Dalam kondisi kesadaran yang tereduksi akibat alkohol, RS disebut kehilangan kendali.
Pisau—atau belati—menjadi alat pelampiasan. Tanpa banyak jeda, pelaku menusuk korban hingga tewas. Polisi menilai tindakan itu terjadi spontan, namun dipicu akumulasi emosi yang tak terselesaikan.
Catatan kriminal RS turut mempertebal profil kekerasannya. Ia diketahui bukan kali pertama berurusan dengan hukum. “Yang bersangkutan residivis, pernah tersangkut kasus narkotika,” kata Timbul.
Perburuan terhadap RS melibatkan tim gabungan lintas satuan. Aparat dari Sat Reskrim Polresta Banjarmasin dan Polsek Banjarmasin Utara bergerak bersama, diperkuat Resmob Ditreskrimum Polda Kalimantan Selatan serta tim Macan dari Polda Kalimantan Tengah.
Pelarian RS berakhir di . Ia ditangkap di sebuah rumah di kawasan Jalan Berlian, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Sabtu, 4 April 2026, tanpa perlawanan berarti.
Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti yang menguatkan konstruksi perkara: sebilah pisau atau belati yang diduga digunakan untuk menusuk korban, sepeda motor, serta pakaian milik korban dan pelaku yang dikenakan saat kejadian.
Kasus ini bermula dari peristiwa berdarah di Jalan Panglima Batur, Gang Mesjid Jami 1, RT 07, Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara, pada Rabu, 1 April 2026. Usai kejadian, RS sempat melarikan diri keluar daerah sebelum akhirnya dibekuk.
Polisi kini menjerat RS dengan pasal pembunuhan. Penyidik masih membuka kemungkinan pendalaman lanjutan, namun motif utama telah mengerucut: sakit hati yang bertemu alkohol, berujung maut.
Wrinter zein
Editor Cor

