![]() |
| ISTIMEWA |
MEDIAWARTA.NET,TABALONG – Keluhan kelangkaan BBM subsidi jenis Bio Solar yang disampaikan para sopir truk di Kabupaten Tabalong langsung mendapat respons cepat dari jajaran Polres Tabalong. Kapolres Tabalong, AKBP Wahyu Ismoyo Jayawardana, turun langsung melakukan pengecekan ke SPBU setelah menerima laporan dari perwakilan sopir yang mengaku kesulitan mendapatkan Bio Solar.
Persoalan tersebut mencuat pasca aksi penyampaian pendapat yang dilakukan Persatuan Bubuhan Sopir Truck Tabalong (PBSTT) di depan Gedung DPRD Tabalong pada 26 Mei 2026 lalu. Pada Sabtu, 30 Mei 2026 pagi, delapan perwakilan sopir truk mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Tabalong untuk melaporkan dugaan terhentinya penjualan Bio Solar di sejumlah SPBU.
Laporan itu diterima petugas piket Samapta, Ipda Hanrio Pardede. Para sopir menyebut SPBU Maburai di Kecamatan Murung Pudak, SPBU Hikun di Kecamatan Tanjung, dan SPBU Mantuil di Kecamatan Muara Harus tidak lagi melayani pembelian Bio Solar.
Mereka mengaku telah meminta penjelasan kepada operator SPBU, namun belum memperoleh jawaban yang dianggap memadai. Kondisi tersebut dinilai mengganggu aktivitas distribusi barang yang bergantung pada ketersediaan BBM bersubsidi.
“Kami datang ke Polres Tabalong agar keluhan ini dapat disampaikan kepada pimpinan dan ditindaklanjuti karena kondisi ini sangat berdampak terhadap aktivitas angkutan barang,” kata salah satu perwakilan sopir, M. Ridwan.
Menanggapi laporan tersebut, Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo Jayawardana segera menggelar rapat koordinasi mendadak di ruang kerjanya. Rapat dihadiri Kabag Ops Kompol Abdul Fatah, Kasat Intelkam AKP Asep Dedi Hermawan, Kasat Reskrim AKP Danang Eko Prasetyo, Kasi Humas Iptu Heri Siswoyo, Piket Pawas Ipda Bambang Hermanto, dan Ipda Hanrio Pardede.
Usai rapat, Kapolres bersama tim dan Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindag Kabupaten Tabalong, Ir. Soleh, langsung bergerak ke SPBU Maburai untuk memverifikasi informasi yang berkembang di kalangan sopir.
Di lokasi, pengawas SPBU Maburai, Misran, menyampaikan bahwa stok Bio Solar kosong karena tidak ada pemesanan pasokan.
“Bio Solar kosong, kami tidak memesan. Owner H. Marlan tidak memesan,” ujarnya.
Namun keterangan berbeda muncul beberapa jam kemudian. Saat dimintai konfirmasi di Polres Tabalong, Hj. Noor Farida atau Hj. Ida, istri pemilik SPBU Maburai H. Marlan, menyatakan bahwa SPBU tersebut masih memiliki Delivery Order (DO) untuk Bio Solar.
“Kami masih punya DO. Kata siapa kami tidak order Bio Solar?” katanya singkat.
Sementara itu, jajaran Polsek Tanjung yang dipimpin Kapolsek Tanjung Ipda Ferry Andika Mei H. juga melakukan pengecekan ke SPBU Hikun. Hasil penelusuran menunjukkan tidak ada pemesanan Bio Solar sejak 27 Mei 2026 hingga akhir bulan.
“Dari keterangan pengawas SPBU Hikun, mulai 27 Mei 2026 sampai akhir bulan tidak ada order Bio Solar. Untuk order bulan Juni, pemilik SPBU akan berkoordinasi dengan Pertamina,” ujar Kapolsek Tanjung.
Kasi Humas Polres Tabalong, Iptu Heri Siswoyo, menegaskan pihaknya akan terus menindaklanjuti setiap laporan masyarakat terkait distribusi BBM subsidi.
“Kami telah menerima laporan dari para sopir truk dan langsung melakukan pengecekan di lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya. Polres Tabalong akan berkoordinasi dengan instansi terkait serta pihak Pertamina guna mencari solusi agar distribusi Bio Solar bersubsidi tetap berjalan sesuai ketentuan dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” katanya.
Polres Tabalong juga mengimbau seluruh pihak agar mengedepankan komunikasi dan koordinasi dalam menyelesaikan persoalan pelayanan publik, termasuk penyaluran BBM bersubsidi, demi menjaga stabilitas keamanan dan kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat di Kabupaten Tabalong.
EDITOR COR

